Imlek dan Ramadan jadi Momentum Dorong Konsumsi Masyarakat pada Produk UMKM
📅 Senin, 09 Feb 2026, 17:16 WIB | Oleh: Opik
Doc: Antara/Rivan Awal Lingga
JAKARTA - Ekonom dan Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan momentum hari raya Imlek dan Ramadan yang berdekatan tahun ini dapat mendorong konsumsi masyarakat terhadap produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).
"Harus ada riset kemana arah tren pola konsumsi masyarakat, misalnya untuk pakaian jadi apa tren baju Idul Fitri 2026," kata Bhima ketika dihubungi pewarta di Jakarta, Senin (9/2).
Pada momen keagamaan, produk UMKM yang tersegmentasi bisa menarik minat konsumen seperti produk khas Imlek dengan paket makanan ringan, promosi liburan, maupun produk aksesoris yang berhubungan dengan perayaan. Imlek juga akan meningkatkan minat konsumen pada buah-buahan seperti jeruk Mandarin, kue-kue dan minuman khas perayaan.
Pelaku UMKM juga bisa meningkatkan penjualan mereka dengan menyediakan produk yang diminati pada saat Ramadan yakni perangkat ibadah, makanan beku, pakaian jadi, hingga promosi transportasi dan perhotelan.
Bhima juga menyarankan pelaku UMKM untuk melihat potensi minat konsumen pada hari raya Lebaran seperti jasa penitipan hewan dan parsel Lebaran. Potensi produk lokal saat ini masih memiliki peluang untuk tumbuh, namun, penjual harus memiliki fokus kepada konsumen tertentu dan tidak menargetkan konsumen umum.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Penjualan produk lokal masih punya peluang tumbuh, tapi, akan sangat lokal dan terkait kebutuhan esensial seperti makanan, baju dan transportasi saat mudik,” kata Bhima.
Untuk menghadapi daya beli masyarakat yang sedang menantang dan kondisi ekonomi global yang mengalami ketidakpastian, Bhima menyarankan untuk melakukan kolaborasi sesama UMKM, misalnya dengan mengadakan bazar kuliner dan perlengkapan Ramadan di lokasi sekitar masjid.
Bhima mengatakan memanfaatkan berbagai platform digital dan sosial media akan sangat baik untuk menawarkan produk, serta menyediakan bahan baku secukupnya sesuai perkiraan permintaan agar tidak terjadi kerugian berarti. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!