Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tak Hanya Cetak Musisi dan Seniman Baru, Industri Musik Diminta Rangkul UMKM

📅 Senin, 01 Jun 2026, 17:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tak Hanya Cetak Musisi dan Seniman Baru, Industri Musik Diminta Rangkul UMKM Doc: ANTARA/Irfan
Ket. Penasihat DWP Kementerian UMKM Tina Maman Abdurrahman memberikan sambutan pada acara peresmian Dialogue Music School di Gading Serpong Tangerang, Senin (1/6).

TANGERANG – Pelibatan UMKM dalam industri musik menunjukkan bahwa sektor kreatif tidak hanya bertumpu pada karya seni, tetapi juga menjadi penggerak aktivitas ekonomi yang lebih luas.

Semakin berkembang industri musik, semakin besar pula peluang usaha yang dapat dimanfaatkan pelaku UMKM untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing produknya.

Dengan sinergi yang kuat, industri musik berpotensi menjadi katalis pertumbuhan ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.

Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengh (UMKM) mengajak industri musik untuk melibatkan produk dan jasa pelaku usaha kecil di daerah mulai dari bahan baku hingga perlengkapan pendukung alat musik guna membuka peluang ekonomi masyarakat dan pelaku UMKM.

Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP)Kementerian UMKM Tina Maman Abdurrahman di Tangerang, Banten, Senin (1/6), mengatakan potensi ekonomi dapat ikut tumbuh dari keberadaan sekolah musik yang jadi bagian industri musik, karena sekolah musik tidak hanya mencetak musisi dan seniman baru, tetapi juga berpotensi menciptakan lapangan kerja dan peluang usaha bagi pelaku UMKM.

"Kita bisa membangun ekosistem antara pemilik sekolah musik, para musisi, pelaku usaha, dan UMKM. Misalnya bahan baku alat musik seperti kayu untuk gitar atau komponen lainnya bisa melibatkan para perajin daerah," kata Tina usai peresmian Dialogue Music School di Tangerang.

Menurutnya, meskipun beberapa alat musik seperti piano masih banyak diimpor dari negara lain, peluang keterlibatan industri dan perajin lokal tetap terbuka.

"Memang ada alat musik yang sebagian besar masih berasal dari luar negeri seperti Jepang atau Jerman. Namun bukan berarti seluruh komponennya harus dari luar. Kita bisa menggandeng perajin Indonesia untuk memproduksi berbagai bagian atau material pendukungnya." ujarnya.

Tina optimistis Indonesia memiliki banyak perajin berkualitas yang dapat menjadi bagian dari rantai pasok industri musik nasional. "Kita memiliki banyak sekali perajin di Indonesia yang potensinya bisa terus dikembangkan untuk mendukung industri musik dan ekonomi kreatif," kata dia.

Kepala Sekolah Dialogue Music School Mouritz Kansil menambahkan kehadiran sekolah musik di wilayah Tangerang menjadi salah satu contoh pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor ekonomi kreatif.

Melalui konsep yang menggabungkan pendidikan musik dan penjualan alat musik dalam satu lokasi, usaha ini tidak hanya menciptakan peluang bisnis baru, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi para musisi dan tenaga pengajar.

Menurutnya, sekolah musik dapat menjadi ruang produktif bagi para musisi untuk tetap berkarya dan memperoleh penghasilan, terutama ketika aktivitas pertunjukan atau tur sedang tidak berlangsung.

Selain menyediakan layanan pendidikan musik, usahanya juga menghadirkan music store yang bekerja sama dengan distributor alat musik nasional untuk menyediakan berbagai kebutuhan instrumen bagi masyarakat

"Kehadiran toko ini diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap alat musik berkualitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekosistem industri musik di daerah," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Bantu Bangkitkan Gaza, Uni ...
Megapolitan
Bupati Tangerang Minta Warg...
Daerah
Polres Karawang Ringkus Tig...
Prancis vs Spanyol: Final Dini, Blunder Bakal Berujung Kekalahan

Prancis vs Spanyol: Final Dini, Blunder Bakal Berujung Kekalahan

14 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.