Hujan Deras, Warga Queensland Australia Kebanjiran
📅 Minggu, 12 Mar 2023, 09:08 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: CNA/AFP/QUEENSLAND POLICE SERVICE
SYDNEY - Otoritas di negara bagian Queensland, Australia mengevakuasi penduduk ke tempat yang lebih tinggi pada Sabtu (11/3) saat banjir yang dipicu hujan lebat melanda wilayah itu.
Sebanyak 53 warga Burketown, Gulf Country yang terisolasi, sekitar 2.115 km barat laut ibu kota negara bagian Brisbane, telah dievakuasi sejak hujan lebat memicu banjir awal pekan ini, kata polisi Sabtu (11/3).
Sekitar 100 penduduk tetap berada di kota, polisi akan mengevakuasi lebih banyak orang pada hari Sabtu, karena badan ramalan cuaca memperkirakan ketinggian air sungai di daerah tersebut akan mencapai puncaknya pada hari Minggu.
"Kami yakin dapat memindahkan orang-orang yang tersisa jika perlu," kata Inspektur Tom Armitt kepada Australian Broadcasting Corporation. Banjir masih naik di daerah terpencil.
Sungai Albert yang meluap telah mengubah area luas di sekitar kota menjadi danau. Hanya puncak pohon yang terlihat, terlihat dari gambar udara yang dibagikan layanan darurat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Polisi mengatakan, sekitar setengah dari rumah-rumah di kota itu terendam banjir.
Warga yang dievakuasi, Shannon Moren, mengatakan kepada ABC bahwa dia khawatir ternak mereka terdampak banjir.
"Saya memeriksa ternak orang tua saya beberapa hari lalu dan Anda dapat melihat air sampai ke leher ternak, mereka benar-benar berenang untuk bisa hidup," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Polisi mendesak semua warga yang tersisa agar keluar dari rumah mereka.
Orang tua dan anak-anak menjadi prioritas evakuasi, kata polisi Queensland dalam sebuah pernyataan. Sistem saluran pembuangan telah "disusupi" dan aliran listrik juga akan diputus.
"Tidak aman bagi orang untuk tetap tinggal," kata polisi.
Menyusul hujan lebat, yang kemudian mereda, permukaan air Sungai Albert telah mencapai rekor Maret 2011 setinggi 6,78m, kata biro meteorologi Queensland.
Tinggi sungai naik menjadi lebih dari 7m pada hari Jumat dan diperkirakan tidak akan mencapai puncaknya sampai hari Minggu, kata badan peramal cuaca.
Australia telah dilanda hujan lebat dalam dua tahun terakhir, didorong oleh siklus iklim La Nina berturut-turut di Pasifik.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!