Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

HPN 2026 Jadi Panggung Batik Banten, Sebanyak 75 Motif Diperkenalkan

📅 Senin, 09 Feb 2026, 20:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
HPN 2026 Jadi Panggung Batik Banten, Sebanyak 75 Motif Diperkenalkan Doc: ANTARA/ Desi Purnama Sari
Ket. Pengunjung sedang melihat sejumlah motif batik Banten di stand UMKM KP3B, Kota Serang, Banten, Senin (9/2/2026).

SERANG – Menggenjot promosi batik khas daerah menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekonomi kreatif sekaligus menjaga identitas budaya lokal. Peningkatan visibilitas melalui pameran, platform digital, dan kolaborasi pariwisata dapat memperluas akses pasar bagi perajin, mendorong nilai tambah produk, serta menciptakan lapangan kerja. Namun, keberhasilan promosi tetap bergantung pada konsistensi kualitas, inovasi desain, dan dukungan kebijakan agar batik daerah mampu bersaing di pasar nasional maupun global.

Sebanyak 75 motif Batik Banten yang telah resmi mengantongi Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) diperkenalkan kepada delegasi wartawan dari seluruh Indonesia pada puncak peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Senin (9/2).

Humas Batik Banten Saifun Nufus di Serang, Senin (9/2), mengatakan partisipasi Batik Banten melalui stan khusus dalam agenda nasional ini telah mendapatkan izin langsung dari Gubernur Banten sebagai upaya strategis memperkenalkan identitas budaya daerah.

"Sebanyak 75 motif yang dimiliki Batik Banten sudah diakui hak intelektualnya. Kami membuka stan di HPN ini untuk memperkenalkannya secara luas, mengingat pers memiliki peran mulia dalam menyampaikan informasi, baik seputar pemerintahan maupun UMKM," ujar Saifun.

Ia menjelaskan, Batik Banten memiliki tiga ciri khas utama yang membedakannya dengan batik dari daerah lain di Nusantara, yakni dari segi motif, filosofi, dan warna.

Menurut Saifun, motif-motif tersebut diadopsi dari benda-benda sejarah dan situs peninggalan Kesultanan Banten yang merepresentasikan identitas sejarah provinsi tersebut. Sementara dari segi warna, Batik Banten memiliki karakteristik warna abu-abu yang dominan.

"Warna abu-abu ini melambangkan karakter masyarakat Banten yang hidup sederhana, namun memiliki semangat dan kemauan yang tinggi," katanya.

Momentum HPN yang dihadiri perwakilan dari 34 provinsi di Indonesia itu dinilai efektif sebagai sarana promosi, terlihat dari antusiasme para peserta yang membeli produk batik khas tersebut.

Saifun berharap, melalui peran pers yang mendukung tata kelola pemerintahan transparan dan informatif, Batik Banten dapat semakin dikenal dan memperkuat identitas budaya di kancah nasional.

Pada akhirnya, penguatan promosi batik khas daerah bukan sekadar upaya pemasaran, melainkan investasi jangka panjang bagi pelestarian budaya dan penggerak ekonomi lokal.

Dengan dukungan ekosistem yang solid—mulai dari perajin, pemerintah, hingga pelaku usaha—batik daerah berpeluang naik kelas, menembus pasar yang lebih luas, sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat setempat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.