Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hebat! Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 Jakarta Catatkan Sejarah, Pertama Digelar di Asia Tenggara

📅 Minggu, 19 Okt 2025, 18:42 WIB | Oleh:
Hebat! Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 Jakarta Catatkan Sejarah, Pertama Digelar di Asia Tenggara  Doc: ANTARA/HO-Federasi Gimnastik Indonesia
Ket. Suasana upacara pembukaan Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 Jakarta di Indonesia Arena, Jakarta, Minggu (19/10).

JAKARTA - The 53rd Artistics Gymnastics World Championship atau Jakarta Gymnastics 2025 resmi dimulai, Minggu (19/10), di Indonesia Arena, Jakarta, mencatatkan sejarah menjadi Kejuaraan Dunia Senam Artistik pertama yang digelar di Asia Tenggara.

Presiden Federasi Gimnastik Internasional Morinari Watanabe menyebut Jakarta ideal sebagai kota penyelenggaraan. Watanabe juga berterima kasih atas kerja keras Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) dan panitia penyelenggara.

"Jakarta, kota yang kaya akan budaya, masyarakatnya yang hangat, dan dinamis, adalah kota yang sempurna untuk menyelenggarakan Kejuaraan Dunia," kata dia dalam pembukaan Kejuaraan Dunia Senam Artistik 2025 Jakarta.

Watanabe juga mengapresiasi Federasi Gimnastik Indonesia (FGI), yang diketuai Ita Yuliati, dan semua panitia lokal yang terlibat.

"Dedikasi dan profesionalisme kalian sangat menginspirasi," tutur dia.

Ketua Umum Federasi Gimnastik Indonesia Ita Yuliati mengatakan akan yang diikuti lebih dari 400 atlet dari seluruh dunia itu bukan sekadar kompetisi.

"Ini adalah asa dan mimpi Gimnastik Indonesia yang menjadi nyata, sebuah tonggak dalam perjalanan kami untuk menumbuhkan dan menggelorakan gimnastik di Indonesia secara lebih luas dan masif," ujar Ita.

Ita juga menyebut kejuaraan tersebut tak hanya menjadi panggung untuk menunjukkan keunggulan, tetapi juga perjalanan lahirnya cerita-cerita inspiratif dan menjadi motivasi generasi muda gimnastik Indonesia.

"Agar mereka selalu mengingat bahwa tidak ada mimpi yang terlalu tinggi dan tidak ada gerakan yang terlalu sederhana untuk tampil di panggung dunia," kata Ita.

Dalam sambutannya, Ita juga mengajak hadirin memberikan penghormatan terakhir (final salute) untuk Naufal Takdir Al Bari.

Naufal tidak sempat mencicipi kemegahan podium Kejuaraan Dunia karena wafat di Penza, Rusia, 25 September 2025. Dia meninggal di usia 19 tahun.

"Di tempat ini, pernah tumbuh sebuah harapan dari gymnast muda kami, Naufal Takdir Al Bari, yang tak sempat menggenapi mimpinya untuk tampil di kejuaraan dunia. Namun, semangat Naufal tetap hidup, menjadi bagian dari semangat kita semua," kata Ita.

Ita mengajak semua pihak untuk menyukseskan kejuaraan ini dan menginspirasi dunia.

“Mari mulai kompetisi ini dan selamat bertanding," ujar Ita. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.