Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hasil Riset GEVA: Lambatnya Alih Kendaraan Listrik Disebabkan Informasi yang Salah Tentang EV

📅 Rabu, 19 Nov 2025, 17:12 WIB | Oleh:
Hasil Riset GEVA: Lambatnya Alih Kendaraan Listrik Disebabkan Informasi yang Salah Tentang EV Doc: ANTARA/Suryanto
Ket. Pekerja sedang merakit mobil listrik VinFast di pabrik VinFast di Hai Phong, Vietnam, 5 November 2025.

JAKARTA - Wakil ketua Global Electric Vehicle Alliance (GEVA), Petter Haugneland mengatakan perlambatan adopsi kendaraan listrik di berbagai negara masih ditengarai informasi yang salah dan menyebabkan kekhawatiran berlebih bagi mereka yang ingin beralih.

“Informasi yang salah tentang EV merupakan tantangan serius. Hal ini dapat membuat para pembuat kebijakan kurang yakin bahwa kendaraan listrik merupakan solusi yang layak untuk perubahan iklim dan polusi udara lokal," kata Petter Haugneland melalui keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Rabu (19/11).

Dalam survei yang melibatkan lebih dari 26.000 pengemudi EV di 30 negara, sebanyak 77 persen dari partisipan mengatakan bahwa mitos yang terus beredar tentang mobil listrik merupakan hambatan terbesar dalam kepercayaan calon konsumen untuk beralih ke kendaraan EV di negara mereka.

Mitos yang banyak ditakuti oleh calon konsumen adalah terkait keamanan baterai yang dapat terbakar. Namun demikian, sebanyak 88 persen pengguna EV aktif justru tidak terlalu berpengaruh dengan adanya mitos tersebut.

“Mitos jelas tidak memengaruhi pengemudi EV yang sudah ada, karena mereka tahu dari pengalaman bahwa mitos-mitos ini salah. Hal ini menyoroti pentingnya memberikan suara kepada konsumen EV dalam debat publik untuk membantu melawan kesalahpahaman semacam itu," ucap Haugneland.

Sementara itu, terdapat 45 persen responden yang mengatakan bahwa biaya energi yang lebih rendah merupakan salah satu alasan mereka memilih EV.

Selain itu, terdapat koresponden yang mengatakan bahwa kendaraan listrik ini memiliki harga yang cukup tinggi dan itu diperkuat dengan sebanyak 58 persen koresponden yang menyetujui hal tersebut.

“Ini adalah pesan yang jelas bagi para pembuat kebijakan yang ingin mendorong adopsi EV: mereka perlu menerapkan kebijakan yang berfokus pada konsumen yang bertujuan menjadikan EV sebagai pilihan yang paling terjangkau,” ujar dia.

Survei ini menargetkan pengemudi EV di seluruh dunia melalui formulir daring terbuka. Distributor utama survei ini adalah Asosiasi EV nasional atau lokal, beserta relawan dan penggemar.

Survei tahun ini dilakukan pada bulan September dan Oktober, dengan partisipasi 26.071 pengemudi kendaraan listrik dari 30 negara berbeda. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

32 menit yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Megapolitan
Mau Tawuran, Dua Pemuda Baw...
Megapolitan
Perum Bulog Lebak-Pandeglan...

BPJS Kesehatan Edukasi Polda Kepri Terkait Program JKN

56 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
Nasional
Tanggapan Istana Usai Wamen...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.