Petani Bangkit Bersama SGC, Program Kemitraan Tebu Dilanjutkan
📅 Jumat, 12 Sep 2025, 19:31 WIB | Oleh: Andriani Nuraini
Doc: Ist.
Tulang Bawang Barat, Lampung — Petani tebu di Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) kini resmi memiliki kepastian harga jual untuk hasil panen mereka setelah Sugar Group Companies (SGC) menawarkan program kemitraan tebu dengan harga dasar Rp715.000 per ton untuk rendemen 7 persen. Program ini difokuskan pada pola kemitraan mandiri, yakni petani tetap memegang kontrol penuh atas kegiatan budidaya, mulai dari pengolahan tanah hingga panen, sementara SGC menjamin pembelian hasil panen sesuai standar mutu.
Skema kemitraan ini diumumkan secara resmi pada awal September 2025 di Tubaba, meliputi jaminan harga dasar Rp715 ribu per ton dengan rendemen standar 7%. Cakupan wilayah pun tidak hanya satu kecamatan, melainkan telah menjangkau beberapa kecamatan potensial, dengan indikasi bahwa program akan diperluas.
Kualitas tebu yang akan dibeli SGC harus memenuhi beberapa syarat mutu, yakni usia tumbuh 11‑13 bulan, tidak dibakar, segar, dan kadar puritas minimal 74 persen. Tebu yang tidak memenuhi standar akan mengalami potongan harga, bahkan bisa ditolak.
Tanaman tebu bisa menjadi solusi bagi para petani di kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba). Pemkab Tubaba bersama Sugar Group Companies (SGC) kembali menggelar sosialisasi program kemitraan tebu di Tiyuh Lesung Bhakti Jaya, Kecamatan Lambu Kibang. Kegiatan ini melibatkan petani dari empat kecamatan: Lambu Kibang, Batu Putih, Gunung Agung, dan Way Kenanga. Jajaran pimpinan SGC, para camat, perangkat Tiyuh, dan ratusan warga menerima dengan sangat antusias peluang kemitraan ini.
Program ini rencananya bakal digelar di semua kecamatan Tulang Bawang Barat dilanjutkan ke kabupaten Tulang Bawang dan Lampung Tengah dan selanjutnya diharapkan merambah ke kabupaten lain di Lampung. Program ini sejalan dengan visi daerah dalam memperkuat ekonomi Lampung. SGC menyediakan pelatihan budidaya tebu mulai dari pengadaan pembibitan sampai dengan panen, serta kepastian harga dan pasar bagi petani dengan pola kerjasama jangka panjang hingga 10 tahun. Sosialisasi ini ditutup dengan sesi quiz dan pendaftaran mitra baru yang disambut hangat oleh masyarakat.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pihak Pemerintah Kabupaten Tubaba, termasuk Wakil Bupati Nadirsyah dan Bupati Novriwan Jaya, menyambut baik kehadiran program tersebut sebagai upaya diversifikasi komoditas pertanian, terutama di tengah kondisi harga komoditas seperti singkong yang terus menurun. Wakil Bupati menekankan bahwa kepastian harga dan pasar membuat petani memiliki keamanan ekonomi yang sebelumnya kurang stabil.

Kepastian harga dan pasar diharapkan dapat memberikan stabilitas pendapatan bagi petani tebu di Tubaba, yang selama ini bisa sangat rentan terhadap fluktuasi harga komoditas dan biaya produksi. Program ini juga mendorong petani untuk meningkatkan mutu produksi mereka, dari pengelolaan tanah, pemeliharaan tebu tanpa pembakaran, hingga pemenuhan standar puritas yang bisa membawa efek positif terhadap kualitas produk dan daya saing.
Sebaiknya Anda baca juga:
Petani berbagai komoditas seperti singkong, padi, palawija, dan sayuran sering kali mengalami kegagalan panen dan kerugian besar karena tidak ada kepastian pembelian dari tengkulak yang memberikan harga tidak layak. Masalah ini membuat banyak petani hidup dalam ketidakpastian ekonomi. SGC menawarkan solusi melalui program kemitraan tebu di mana petani akan diberikan pendampingan pelatihan budidaya tebu dari pengadaan pembibitan sampai panen dan diberikan kepastian pembelian yang layak, sehingga petani tidak merugi.
Program kemitraan ini akan dilakukan di semua kecamatan di Kabupaten Tulang Bawang Barat, dilanjutkan ke Kabupaten Tulang Bawang dan Lampung Tengah, dan selanjutnya diharapkan merambah ke kabupaten lain di Lampung.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!