Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Harga Eceran LPG Bersubsidi di Kota Bandung Naik Jadi Rp19.000 per Tabung, Wali Kota Farhan Beri Penjelasan

📅 Selasa, 17 Jun 2025, 14:23 WIB | Oleh:
Harga Eceran LPG Bersubsidi di Kota Bandung Naik Jadi Rp19.000 per Tabung, Wali Kota Farhan Beri Penjelasan Doc: antara foto
Ket. Wali Kota Bandung Muhammad Farhan

KOTA BANDUNG - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memutuskan menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk LPG (Liquefied Petroleum Gas) bersubsidi 3 kilogram dari Rp16.000 menjadi Rp19.000 per tabung mulai Senin (16/6).

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan keputusan tersebut diambil menyusul berkurangnya subsidi dari pemerintah pusat. Namun, ia memastikan distribusi dan stok LPG 3 kilogram di wilayah Kota Kembang masih dalam kondisi aman.

“Gas Alhamdulillah, kalau menurut data dari Disdagin (Dinas Perdagangan dan Perindustrian), itu stok aman, semuanya lancar, tidak usah panic buying,” kata Farhan di Bandung, Selasa (17/6).

Farhan mengatakan saat ini pihaknya sedang melakukan pengecekan terhadap adanya indikasi penahanan barang oleh pihak-pihak tertentu sehingga distribusi menjadi tersendat.

“Memang agak seret-seret sedikit karena bagaimana juga, pasti ada spekulan yang menahan barang. Kita lagi operasi sekarang untuk memastikan bahwa spekulan itu segera melepaskan barang,” ujar dia.

Ia menegaskan bahwa ketersediaan barang lebih penting daripada sekadar penetapan harga. “Ya kenaikan ini bagian dari upaya kita untuk mengendalikan inflasi yang paling pasti adalah gini, bukan penetapan harganya yang paling penting, tapi distribusi barangnya ada,” kata dia.

Terkait kemungkinan adanya kenaikan lanjutan, dia menyatakan bahwa harga LPG bersubsidi sangat dipengaruhi oleh kondisi global dan kemampuan fiskal pemerintah pusat dalam menanggung beban subsidi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung , Ronny A. Nurudin Ronny Ahmad Nurudin, menyampaikan bahwa alokasi LPG 3 kg untuk Kota Bandung pada tahun 2025 mencapai 89.118 metrik ton atau sekitar 29,7 juta tabung.

Hingga Mei 2025, realisasi distribusi mencapai 37.187 metrik ton atau sekitar 12,4 juta tabung.

“Stok sangat mencukupi. Masyarakat tidak perlu khawatir. Justru penyesuaian ini dilakukan serentak agar tidak terjadi perbedaan harga yang terlalu jauh antarwilayah, yang bisa menyebabkan LPG dari daerah harga rendah mengalir ke daerah harga tinggi dan mengganggu stok,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.