Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hadapi Gejolak Geopolitik, Ditjen IKFT Kemenperin Gelar Kegiatan Outlook di Jogya

📅 Selasa, 17 Des 2024, 10:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Hadapi Gejolak Geopolitik, Ditjen IKFT Kemenperin Gelar Kegiatan Outlook di Jogya Doc: istimewa
Ket. Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian Kris Sasono Ngudi Wibowo mengatakan, sektor tersebut berupaya untuk mencari solusi hadapi gejolak geopolitik yang bisa mengganggu industri nasional

YOGYAKARTA-Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Kris Sasono Ngudi Wibowo mengatakan, sektor tersebut berupaya untuk mencari solusi hadapi gejolak geopolitik yang bisa mengganggu industri nasional.

Atas dasar itu Direktorat Jenderal IKFT Kemenperin menggelar kegiatan Outlook Sektor Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil Tahun 2025 pada Selasa, 17 Desember 2024.

Latar belakang melaksanakan kegiatan ini papar Kris yaitu dalam rangka menghadapi dinamika persaingan global yang semakin ketat, sektor industri nasional dihadapkan pada tantangan dan peluang baru di tahun 2025. 

"Persaingan global menuntut transformasi dan inovasi agar industri nasional mampu menjawab tantangan dan memanfaatkan peluang yang ada. Di sisi lain, Pemerintah menetapkan target pertumbuhan ekonomi sebesar 8%, yang mana sektor industri diharapkan terus menjadi motor penggerak utama pertumbuhan,"ungkap Kris di Yogyakarta, Selasa (17/12).

Maksud dan tujuan dari kegiatan ini di antaranya memperoleh gambaran desain penumbuhan dan pengembangan industri dan target yang harus dicapai oleh sektor industri pada Tahun 2025. Kemudian mendapatkan informasi dan gambaran proyeksi pertumbuhan ekonomi dan industri dari sisi makro ekonomi.

Tujuan lainnya memperoleh informasi dan gambaran dari pelaku usaha terkait terkait peluang dan tantangan yang dihadapi oleh sektor industri tahun 2025. "Terakhir untuk pemperoleh informasi dari pelaku usaha terkait proyeksi kinerja sub sektor Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil di tahun 2025,"ungkap Kris.

Adapun peserta dihadiri oleh Para Pejabat di Lingkungan Direktorat Jenderal IKFT, Asosiasi Industri, Lembaga/Instansi terkait dan Seluruh Pegawai di Lingkungan Direktorat Jenderal IKFT dengan total peserta sebanyak 80 orang. Acara ini dibuka langsung oleh Reni Yanita selaku Plt. Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT).

Kegiatan ini akan dilaksanakan dalam 2 Sesi dengan tema pembahasan diantaranya SESI I dengan Narasumber Deputi Bidang Ekonomi, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas dengan materi Arah Kebijakan Sektor Industri Manufaktur Tahun 2025 dan Direktur Eksekutif Center of Reform on Economic (CORE) Indonesia dengan materi Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi dan Sektor Industri tahun 2024 dan 2025.

Selanjutnya SESI II dengan paparan oleh masing-masing Direktur di lingkungan Ditjen IKFT dengan materi Perkembangan dan kondisi aktual, Industri Peluang dan tantangan Tahun 2025 dan Proyeksi pertumbuhan Tahun 2025.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Jelang Pertunjukkan Teater ...
Daerah
Pemprov Jawa Timur Catat Po...
Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.