Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gubernur NTB Perintahkan BPBD Bergerak Cepat Tangani Banjir Lombok Barat dan Tengah

📅 Rabu, 14 Jan 2026, 13:17 WIB | Oleh:
Gubernur NTB Perintahkan BPBD Bergerak Cepat Tangani Banjir Lombok Barat dan Tengah Doc: Antara Foto
Ket. Tim BPBD melakukan penyaluran bahan makanan dan penanganan banjir di Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Selasa (13/1/2026) malam hingga Rabu (14/1/2026) dini hari.

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhammad Iqbal memerintahkan jajaran BPBD, Dinas Sosial, Baznas NTB, serta Dinas Kesehatan NTB, untuk bergerak cepat menangani dampak banjir yang melanda Kabupaten Lombok Barat dan Kabupaten Lombok Tengah pada Selasa (13/1) malam.

Kepala Dinas Kominfotik NTB sekaligus Juru Bicara Pemprov NTB Ahsanul Khalik mengatakan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menekankan penanganan harus dilakukan secara cepat, tepat, dan terukur, dengan prioritas utama keselamatan masyarakat agar tidak ada korban jiwa.

"Gubernur meminta seluruh perangkat daerah terkait memastikan langkah-langkah darurat berjalan, serta semua upaya yang bisa dilakukan untuk meringankan beban warga terdampak segera dilaksanakan," ucapnya di Mataram, Rabu.

Ia menjelaskan langkah awal yang telah dilakukan adalah koordinasi intensif antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB dengan BPBD Kabupaten Lombok Barat dan Lombok Tengah, termasuk pelaksanaan asesmen langsung ke lokasi terdampak serta diseminasi informasi kebencanaan.

"Personel TRC-PB, unsur TNI/Polri, aparatur desa/kecamatan, serta masyarakat turut dilibatkan untuk memastikan respons lapangan," kata Ahsanul Khalik.

Berdasarkan laporan terbaru dari BPBD NTB, lanjutnya, terdapat satu orang korban jiwa akibat banjir di Lombok Barat. "Dilaporkan oleh BPBD, korban meninggal dunia adalah seorang warga bernama Ibu NR, berusia 69 tahun, yang berasal dari Sekotong," ucapnya.

Pemprov NTB memastikan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, terutama kebutuhan mendesak seperti terpal, matras, makanan siap saji, serta kebutuhan bayi, dan anak.

"Personel BPBD, Tagana, dan tenaga kesehatan, diperintahkan untuk siaga penuh. Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat tertangani dengan baik, dan keselamatan warga menjadi yang utama," katanya.

Lebih lanjut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) NTB Hamzi Fikri, kata Aka juga telah memastikan kesiapan tim kesehatan beserta sarana prasarana penanganan darurat untuk mengantisipasi dampak kesehatan pascabanjir.

Bahkan Kepala BPBD NTB Sadimin terus melaporkan perkembangan terkini di lapangan, termasuk kondisi banjir yang belum surut dan kebutuhan mendesak warga. Kepala Dinas Sosial Provinsi NTB Masyhuri bersama Baznas NTB juga melaporkan kesiapan dukungan logistik dan penyaluran bantuan.

Diketahui banjir di Lombok Barat terjadi di Kecamatan Sekotong, Desa Persiapan Pengantap, dengan dampak 570 Kepala Keluarga (KK) atau 1.711 jiwa, dan kondisi banjir dilaporkan belum surut.

Sementara di Lombok Tengah, banjir terjadi di Kecamatan Praya Barat Daya meliputi Desa Montong Ajang dan Desa Kabul, serta lokasi terdampak bertambah di Kecamatan Praya Barat, Desa Selong Belanak.

Berdasarkan data sementara di Desa Montong Ajang tercatat 50 KK terdampak dengan 50 rumah terendam, sedangkan di Desa Kabul terdapat 250 KK terdampak dengan 250 unit rumah terendam. Pendataan di Selong Belanak masih terus dilakukan oleh tim di lapangan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Pemerintah Perlu Fokus Perc...

UMKM Didorong Tembus Rantai Global

41 menit yang lalu | Lukman

Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.