Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Generasi Z Bikin Heboh QRIS, Wapres Gibran Angkat Topi!

📅 Minggu, 18 Mei 2025, 18:33 WIB | Oleh: Tim Penulis
Generasi Z Bikin Heboh QRIS, Wapres Gibran Angkat Topi! Doc: Istimewa.
Ket. Ilustrasi - Pelanggan kedai kopi kekinian melakukan transaksi dengan QRIS. 

JAKARTA - Generasi Z (Gen Z) memiliki pengaruh yang besar dalam mendorong peningkatan penggunaan sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Sebab, Gen Z, yang tumbuh di era digital, lebih nyaman dan terbiasa menggunakan teknologi pembayaran digital, termasuk QRIS. 

Kepraktisan, kemudahan, dan keamanan transaksi QRIS membuatnya menjadi pilihan utama bagi Gen Z dalam berbelanja, makan di restoran, atau bahkan melakukan donasi. 

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming memuji peran generasi Z dalam pemanfaatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sebagai alat transaksi digital yang kini berkembang masif.

Dalam pernyataan video yang diunggah oleh Sekretariat Wapres di Jakarta, Minggu (18/5), Wapres Gibran menyebut generasi yang lahir antara tahun 1997 hingga 2012 itu sebagai motor penggerak gaya hidup digital yang mempermudah transaksi sehari-hari.

“Siapa Gen Z di sini yang sering pakai QRIS? Terima kasih karena kecepatan dan kemampuan kalian dalam mengadopsi teknologi baru memberi manfaat terhadap pengembangan produk teknologi dalam negeri kita," kata Gibran.

Ia menjelaskan bahwa QRIS kini menjadi pilihan utama untuk bertransaksi, mulai dari mal hingga pedagang kaki lima.

"Belanja barang di mal, jajan cendol, kerak telur, seblak di pedagang kaki lima, atau bahkan memberikan donasi di masjid, bisa hanya dengan menggunakan HP melalui QRIS," katanya.

Menurut data Bank Indonesia per Maret 2025, kata Wapres, volume transaksi QRIS melonjak hingga 173% dibanding tahun sebelumnya, mencapai lebih dari 1 miliar transaksi.

"Dan yang menarik, ternyata masifnya penggunaan QRIS juga didukung oleh peran Gen Z, generasi yang tumbuh besar di era digital, sehingga lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi," katanya.

Wapres menyampaikan bahwa sebelum 2019, proses transaksi pembayaran, baik secara online maupun offline, masih tergolong rumit.

Untuk transaksi online, masyarakat harus menggunakan kartu atau melakukan transfer melalui ATM dan mobile banking dengan tahapan yang cukup banyak dan seringkali dikenai biaya tambahan jika melibatkan antarbank.

Untuk transaksi offline, kata Wapres, masyarakat harus menggunakan kartu atau uang tunai, dan sering kali dihadapkan pada kendala seperti menunggu kembalian atau mencari uang kecil, yang membuat antrean menjadi panjang.

Ia juga menyoroti bahwa meskipun dompet digital sudah ada saat itu, penggunaannya masih terbatas karena bergantung pada ketersediaan mesin EDC yang terhubung dengan penyedia layanan, yang umumnya hanya dimiliki oleh toko-toko besar.

Namun, menurut Gibran, kondisi tersebut telah berubah. Saat ini, transaksi pembayaran bisa dilakukan dengan lebih mudah dan luas, bahkan tanpa perlu membawa dompet, uang tunai, atau kartu, cukup dengan menggunakan QRIS melalui ponsel.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.