Ganjar Sebut Rakyat Sering Sakit Hati karena Pemimpin Tak Amanah
📅 Jumat, 09 Feb 2024, 01:01 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
BANYUWANGI - Calon presiden (capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo mengungkapkan rakyat kerap dibuat sakit hati karena pemimpin tak bisa menjaga amanah dan berkhianat.
"Sering kali rakyat sakit hati karena kepercayaan yang diberikan tidak amanah, ketika berbicara sering kali bohong, betul. Ketika dikasih kepercayaan sering kali berkhianat," kata Ganjar di depan puluhan ribu pendukungnya pada acara 'Hajatan Rakyat Banyuwangi' di RTH Maron Genteng, Banyuwangi, Jawa Timur, Kamis (8/2).
Oleh sebab itu Ganjar menyatakan pentingnya pendidikan dan berkebudayaan untuk membangun kekuatan etika serta budi pekerti. Sehingga penghormatan terhadap orang tua dan guru-guru terjaga.
Capres yang diusung PDI Perjuangan (PDIP), PPP, Perindo dan Partai Hanura ini mengaku menerima keluhan para seniman mengenai kondisi budaya di Indonesia. Atas kondisi itu, Ganjar bersama pasangannya Mahfud Md berkomitmen untuk menjaga ketahanan budaya di Tanah Air.
"Apa ketahanan budayanya itu? Tindak-tanduk perilaku-nya baik. Apa itu? Etika yang baik, apa itu, penghormatan kepada orang tua dan guru-guru kita, apa itu? Budi pekerti," kata Ganjar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Ganjar, tak sulit bagi dirinya bersama Mahfud untuk mendukung perkembangan seni dan budaya. "Buat Ganjar-Mahfud tidak sulit, pemerintah atur, pemerintah fasilitas seniman dan budayawan yang langsung melaksanakannya, sat set, itu yang bisa kita kerjakan," ujarnya.
Oleh karena itu, capres berambut putih ini memastikan dirinya bersama Mahfud akan menyelesaikan semua persoalan itu. "Maka Insya Allah Ganjar-Mahfud akan membawa amanah ini," ucap Ganjar.
Persoalan Petani
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam kesempatan itu, Ganjar Pranowo juga berjanji akan menambah kuota pupuk bersubsidi untuk petani dan membangun tiga pabrik pupuk baru.
Ganjar akan menambah kuota pupuk subsidi (jika terpilih) karena ketersediaan pupuk subsidi masih menjadi momok persoalan bagi para petani di Indonesia. "Kalau subsidi pupuknya dikurangi, dengan cara apapun maka pupuknya kurang. Apa solusinya? Ya ditambah. Soal pupuk, kita memang kurang, sehingga harapannya dengan dibangunnya tiga pabrik pupuk baru bisa menjadi solusi ke depan. Jadi, kalau sekarang saja pupuk kurang ya kondisinya nanti akan berbahaya untuk produksi pertanian di kemudian hari," kata Ganjar.
Ganjar memaparkan bahwa salah satu persoalan petani Indonesia selalu merasakan kelangkaan pupuk bersubsidi.
Penambahan kuota pupuk bersubsidi tersebut dinilai dapat memenuhi kebutuhan petani. Sementara, untuk menggenjot produksi pupuk bersubsidi, Ganjar akan membangun tiga pabrik pupuk yang baru.
Menurut Ganjar, pupuk saat ini menjadi komoditas penting dalam meningkatkan produksi pertanian, sehingga penambahan pupuk subsidi harus disesuaikan dengan kebutuhan petani yang beragam di berbagai daerah. Penyesuaian tersebut bisa dibuat berdasarkan data yang telah disusun sebelumnya.
"Caranya disesuaikan dengan data pertanian, sehingga yang terdata mendapatkan pupuk. Satu data Indonesia untuk pendistribusian pupuk bersubsidi agar tepat sasaran," kata Capres Ganjar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!