Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Gandeng Belanda, Unpatti Siap Ubah Sampah Maluku Jadi Tambang Emas Ekonomi Baru

📅 Rabu, 25 Feb 2026, 17:26 WIB | Oleh:
Gandeng Belanda, Unpatti Siap Ubah Sampah Maluku Jadi Tambang Emas Ekonomi Baru Doc: ANTARA/Dedy Azis
Ket. Seminar praktik penanganan sampah dan prospek nilai ekonomis sampah di masa mendatang di FEB Unpatti.

AMBON - Universitas Pattimura (Unpatti) memperkuat peran akademiknya dalam menjawab tantangan lingkungan di wilayah kepulauan melalui kolaborasi strategis dengan perusahaan asal Belanda, Happy Grand Island (HGI). 

Kerja sama ini difokuskan pada penyusunan studi kelayakan pengelolaan sampah terpadu di Maluku, yang bertujuan mentransformasi tumpukan sampah menjadi komoditas ekonomi sirkular yang bernilai tinggi. Rektor Unpatti Prof Freddy Leiwakabessy menegaskan bahwa sinergi ini bukan sekadar upaya menjaga kebersihan, melainkan langkah terukur berbasis data ilmiah untuk menciptakan ekosistem investasi hijau yang adaptif terhadap karakteristik geografis Maluku.

“Unpatti memiliki tanggung jawab akademik untuk memastikan setiap kebijakan dan proyek pembangunan di daerah didukung kajian ilmiah yang komprehensif. Kerja sama ini menjadi langkah konkret agar pengelolaan sampah di Maluku berbasis data, terukur, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Ia menegaskan pengelolaan sampah tidak lagi dapat dipandang semata sebagai isu kebersihan, tetapi harus ditempatkan sebagai peluang ekonomi baru berbasis riset dan inovasi.

Menurut dia, keterlibatan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unpatti dalam penyusunan studi kelayakan diharapkan mampu melahirkan model bisnis pengelolaan sampah yang adaptif terhadap karakteristik wilayah kepulauan seperti Maluku.

Kerja sama tersebut diawali dengan seminar bertema “Praktik Penanganan Sampah dan Prospek Nilai Ekonomis Sampah di Masa Mendatang” yang digelar di Aula FEB Unpatti, Ambon. Seminar itu membedah persoalan mendasar pengelolaan sampah sekaligus membuka wawasan terkait potensi ekonomi dari pengolahan sampah berkelanjutan.

Kolaborasi ini juga membuka ruang bagi mahasiswa FEB Unpatti untuk terlibat melalui program magang dan pembelajaran lapangan. Keterlibatan mahasiswa diharapkan memperkaya pengalaman praktis sekaligus melahirkan riset aplikatif yang menjawab kebutuhan riil daerah.

Sementara itu, Direktur HGI, Kees Lafeber mengatakan studi kelayakan menjadi fondasi penting sebelum proyek pengelolaan sampah dijalankan secara luas.

“Studi kelayakan ini penting agar menjadi dasar pengambilan keputusan investasi serta perencanaan teknis detail ke depan,” katanya.

Ia menjelaskan penelitian yang dilakukan FEB Unpatti akan menilai kelayakan pembangunan fasilitas seperti Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), hingga bank sampah. Penilaian mencakup aspek teknis, finansial, lingkungan, dan sosial agar proyek yang dijalankan benar-benar aplikatif dan berkelanjutan.

Kees yang bekerja di Maluku selama 11 tahun, khususnya di Pulau Saparua, menyebut model pengelolaan sampah yang diterapkan HGI di wilayah tersebut menunjukkan hasil positif. Sistem berbasis pemilahan dan pengolahan terpadu dinilai mampu mengurangi timbunan sampah sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat lokal.

Ia berharap pola serupa dapat direplikasi di Kota Ambon dan diperluas dalam skala provinsi. Namun, ia menekankan pembangunan industri pengolahan sampah, khususnya plastik, membutuhkan volume bahan baku yang memadai agar menarik bagi investor.

“Untuk membangun industri pengolahan sampah plastik di Ambon diperlukan volume yang besar agar investor tertarik membangun industri pengelolaan sampah. Karena itu, dibutuhkan kesadaran masyarakat untuk mengubah budaya dan kebiasaan memilah serta mengumpulkan sampah plastik yang dapat dikemas,” ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.