Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Film Indonesia Mama Jo Raih Penghargaan di Festival Film Golden FEMI

📅 Minggu, 08 Jun 2025, 23:35 WIB | Oleh:
Film Indonesia Mama Jo Raih Penghargaan di Festival Film Golden FEMI Doc: Antara
Ket. Film dokumenter pendek asal Indonesia berjudul Mama Jo meraih penghargaan “Best Short Documentary” di Festival Film Golden FEMI.

Jakarta - Film dokumenter pendek dari Indonesia berjudul Mama Jo meraih penghargaan “Best Short Documentary” di Festival Film Golden FEMI yang diselenggarakan di Hotel Balkan Palace, Sofia, Bulgaria, Sabtu (7/6).


Penghargaan terhadap film karya sutradara Ineu Rahmawati tersebut diterima oleh Kuasa Usaha Ad Interim Kedutaan Besar Republik Indonesia (KUAI KBRI) di Sofia, Irvan Fachrizal, demikian pernyataan pers KBRI Sofia yang diperoleh ANTARA di Jakarta, Minggu.

Melalui pesan yang disampaikan secara resmi di acara tersebut, Sutradara Ineu menyampaikan rasa terima kasih kepada semua pihak dan permintaan maaf karena tidak bisa hadir di acara itu.

Melalui pesan itu, Ineu mengatakan bahwa film Mama Jo mengangkat kisah menyentuh tentang Santi, seorang ibu tangguh asal Indonesia, dan putranya, Johan, anak berusia sembilan tahun yang menderita cerebral palsy (lumpuh otak).

Melalui film dokumenter tersebut, Ineu ingin menyuarakan realitas tentang perjuangan
dan keteguhan keluarga penyandang disabilitas, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia.

"Film ini adalah pengingat bahwa inklusi, akses, dan martabat adalah hak universal yang harus kita junjung bersama," katanya dalam pidato penerimaan penghargaan di festival tersebut.

Sementara itu, mewakili sutradara Mama Jo sekaligus komunitas perfilman Indonesia, KBRI Sofia menyampaikan terima kasih kepada Festival Film Golden FEMI atas penghargaan tersebut dan berharap momentum itu akan mendorong kolaborasi yang lebih luas antar komunitas kreatif dunia.

Penghargaan tersebut dinilai mencerminkan apresiasi dunia internasional yang terus meningkat terhadap sinema Indonesia.

Pada 2024, jumlah penonton film nasional mencapai angka 68,95 juta, tertinggi dalam sejarah perfilman Indonesia yang telah berlangsung selama 98 tahun.

Hingga 2025, tercatat ada 2.088 layar bioskop di seluruh Indonesia, dan 60 persen dari total penonton lebih memilih menonton film lokal.

Lebih dari sekadar pencapaian box office, hal tersebut merupakan gerakan budaya yang menunjukkan kebangkitan cerita-cerita orisinal dan film yang menyuarakan berbagai sisi kemanusiaan.

Penghargaan Best Short Documentary tersebut menjadi bukti nyata bahwa film dapat menjembatani pemahaman lintas budaya dan membangun empati yang mendalam antarbangsa, sebut pernyataan pers KBRI Sofia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Seorang Tentara AS yang Ter...
Luar Negeri
Bantu Rumah Tangga, Jepang ...
Luar Negeri
Resmi Masuk DK PBB, Kirgist...
Ekonomi
Kuartal I, Hilirisasi Nikel...
Luar Negeri
PBB Mendesak Transpransi Je...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

Pemprov Jabar Tolak Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Siapkan Opsi Alternatif Ini

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.