Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Film Indonesia Dinilai Menginspirasi dan Punya Kekuatan Cerita

📅 Selasa, 15 Jul 2025, 18:52 WIB | Oleh:
Film Indonesia Dinilai Menginspirasi dan Punya Kekuatan Cerita Doc: ANTARA/HO-Kementerian Ekraf
Ket. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar (dua kanan) saat menghadiri acara pra-penayangan film layar lebar "Believe" di Agora Mall, Jakarta, Senin (14/7).

JAKARTA - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf) Irene Umar menegaskan bahwa film Indonesia mampu menginspirasi melalui pesan moral hingga memiliki kekuatan cerita.

Saat menghadiri prapenayangan film Indonesia berjudul "Believe" di Jakarta, Wamen Ekraf Irene Umar menilai film Indonesia mampu menyampaikan pesan moral yang kuat dan menginspirasi.

“Film ini juga menunjukkan alasan pentingnya untuk berhenti berperang," kata Wamen Ekraf Irene dalam siaran resmi di Jakarta, Selasa (15/7).

Dia mengapresiasi film bergenre aksi patriotik yang menyuguhkan kisah perjuangan dan konflik batin seorang prajurit muda di tengah dinamika kehidupan keluarga dan negara. Kementerian Ekraf memandang subsektor film sebagai salah satu penggerak utama pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.

Film merupakan salah satu dari 17 subsektor ekonomi kreatif. Berdasarkan data dari Film Indonesia dan jaringan bioskop Cinepolis, jumlah penonton film Indonesia pada 2024 mencapai 82,1 juta bahkan per 13 Juni 2025 sebanyak 42,6 juta.

Data tersebut menunjukkan film tidak hanya berkontribusi secara ekonomi, tetapi, juga diharapkan menjadi medium penting dalam memperkuat identitas budaya dan karakter bangsa melalui film bertemakan patriotisme.

Wamen Ekraf Irene berharap film seperti itu dapat menjadi pemantik diskusi positif tentang nilai kepahlawanan di tengah masyarakat.

“Film ini menunjukkan ke khalayak bahwa Rambo (karakter pahlawan) bukan hanya ada di luar negeri, tetapi, ada juga di dalam negeri ini,” ujar dia.

Dalam kesempatan tersebut, Wamen Ekraf Irene didampingi oleh Deputi Bidang Kreativitas Media Kementerian Ekraf Agustini Rahayu; Staf Ahli Bidang Sistem Pemasaran dan Infrastruktur Kementerian Ekraf Septriana Tangkary; serta jajaran pejabat Kementerian Ekraf.

Film besutan sutradara Arwin Tri Wardhana itu mengisahkan kehidupan sebuah keluarga dari seorang sersan veteran Operasi Seroja 1975 yang hidup dalam kesulitan meski sang ayah dianggap pahlawan. Film itu mengangkat tema pengorbanan pribadi dan pencarian makna sejati tentang keberanian. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
Megapolitan
Pemutihan Pajak Kendaraan B...
Megapolitan
30 Rumah di Tanah Tinggi Ja...
Megapolitan
Dua WNA Ditemukan Meninggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.