FIFA Punya Wewenang Penuh Tunjuk Pengganti Iran Jika Mundur di Piala Dunia 2026
📅 Kamis, 12 Mar 2026, 14:45 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Pernyataan Menteri Olahraga Iran Ahmad Donyamali yang menyebut negaranya kemungkinan tidak dapat berpartisipasi dalam FIFA World Cup 2026 menjadi sinyal paling jelas terkait potensi mundurnya Iran dari turnamen tersebut. Jika benar terjadi, langkah ini akan menjadi penarikan diri pertama dari ajang sepak bola paling bergengsi di dunia dalam era modern.
Situasi tersebut memaksa FIFA untuk mulai mempertimbangkan berbagai kemungkinan terkait penggantian peserta. Turnamen itu sendiri dijadwalkan berlangsung di tiga negara tuan rumah yakni Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada pada awal Juni mendatang.
Donyamali menyatakan Iran kemungkinan tidak dapat mengikuti turnamen setelah meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah. Ketegangan memuncak setelah serangan udara yang dilancarkan oleh Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei.
Serangan tersebut memicu konflik yang meluas di kawasan dan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Kondisi itu membuat partisipasi Iran dalam turnamen yang salah satu tuan rumahnya adalah Amerika Serikat menjadi semakin sulit.
Meski situasi geopolitik memanas, FIFA sebelumnya masih memasukkan Iran dalam jadwal pertandingan. Tim nasional Iran atau Tim Melli dijadwalkan menghadapi Tim nasional Selandia Baru dalam laga fase grup yang digelar di Los Angeles pada 15 Juni.
Sebaiknya Anda baca juga:
Beberapa jam sebelum pernyataan Donyamali, Presiden FIFA Gianni Infantino bahkan menyebut Iran tetap dipersilakan bertanding di Amerika Serikat. Ia mengatakan hal itu merujuk pada jaminan yang disampaikan Presiden AS Donald Trump.
Jika Iran benar-benar mundur, regulasi turnamen memberi kewenangan penuh kepada FIFA untuk menentukan pengganti. Ketentuan tersebut tertuang dalam Pasal Enam regulasi resmi Piala Dunia yang juga memuat potensi sanksi finansial bagi tim yang mengundurkan diri.
Mantan Direktur Regulasi Sepak Bola FIFA James Kitching mengatakan tidak ada preseden modern terkait penarikan diri tim dari Piala Dunia. Menurutnya, FIFA memiliki keleluasaan penuh untuk menentukan langkah yang dianggap paling tepat.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Tidak ada preseden modern untuk ini dan, menurut peraturan turnamen FIFA sendiri, mereka memiliki wewenang penuh untuk melakukan apa pun yang mereka inginkan jika sebuah tim mengundurkan diri," kata James Kitching.
Ia menambahkan, secara teori FIFA bahkan tidak wajib mengganti tim yang mundur dengan negara dari konfederasi yang sama. Namun keputusan tersebut tetap harus mempertimbangkan dampak politik dan penerimaan dari berbagai pihak.
Iran sendiri lolos ke Piala Dunia untuk keempat kalinya secara beruntun setelah memuncaki Grup A pada putaran ketiga kualifikasi zona Asia tahun lalu. Jika harus diganti, kandidat paling logis kemungkinan berasal dari konfederasi Asia.
Beberapa nama mulai disebut sebagai calon pengganti potensial, termasuk Tim nasional Irak yang dijadwalkan mengikuti play-off antarbenua di Meksiko bulan ini. Selain itu, Tim nasional Uni Emirat Arab juga dianggap berpeluang karena sebelumnya kalah dari Irak pada pertandingan eliminasi.
Namun konflik di kawasan juga memengaruhi mobilitas tim. Pembatasan perjalanan di Timur Tengah membuat persiapan Irak untuk menghadapi pertandingan play-off di Meksiko menjadi tidak mudah.
Pelatih Irak Graham Arnold bahkan mengusulkan agar FIFA menunda pertandingan play-off tersebut hingga mendekati putaran final. Ia menilai langkah itu akan memberi waktu lebih bagi FIFA untuk menentukan keputusan terkait Iran.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!