Eropa Tak Satu Suara soal Serangan AS-Israel ke Iran
📅 Minggu, 08 Mar 2026, 02:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: Antara
Brussels - Negara-negara Eropa masih terpecah dalam menyikapi serangan AS-Israel terhadap Iran di tengah tekanan Amerika Serikat agar sekutunya mendukung operasi militer tersebut.
Sejumlah anggota Uni Eropa (UE) dan Inggris pada Sabtu (7/3), menyerukan penghormatan terhadap hukum internasional dan deeskalasi. Namun, mereka belum memiliki strategi terpadu ketika krisis di Timur Tengah semakin dalam dan berpotensi berdampak global.
Pada Rabu (4/3), Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan Presiden AS Donald Trump mengharapkan "semua sekutu Eropa" mendukung AS dan Israel.
Trump secara terbuka mengkritik keraguan sejumlah pemerintah Eropa dan menyindir Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer setelah London menolak mendukung serangan tersebut.
"Ini bukan Winston Churchill yang kita hadapi," kata Trump, merujuk pada sikap Starmer yang menyatakan Inggris tidak mendukung "perubahan rezim dari langit."
Sebaiknya Anda baca juga:
UE dorong diplomasi
UE menyerukan pengendalian diri dan peningkatan upaya diplomatik untuk mencegah eskalasi lebih lanjut di Timur Tengah serta memperingatkan bahwa perang berkepanjangan dapat menimbulkan konsekuensi global serius.
Para menteri luar negeri (menlu) UE menggelar konferensi darurat melalui video setelah pecahnya permusuhan untuk menilai situasi di Iran dan kawasan sekitarnya. Dalam pernyataan bersama, blok tersebut menyatakan "keprihatinan mendalam" dan menyerukan pengendalian diri maksimal dari semua pihak.
Sebaiknya Anda baca juga:
Juru bicara Komisi Eropa mengatakan UE akan terus mendukung solusi diplomatik untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.
Blok tersebut juga menekankan pentingnya melindungi warga sipil dan menghormati hukum internasional, termasuk Piagam PBB dan hukum humaniter internasional.
Kepala Kebijakan Luar Negeri UE Kaja Kallas memperingatkan krisis yang meningkat mencerminkan kian lemahnya penghormatan terhadap hukum internasional.
"Tanpa memulihkan hukum internasional dan akuntabilitas, kita akan terus menyaksikan pelanggaran hukum, gangguan, dan kekacauan," katanya.
Inggris ambil sikap hati-hati
Inggris mengadopsi pendekatan hati-hati dengan menggabungkan kritik terhadap Iran dan seruan diplomasi.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!