Ekraf Design Festival 2025 Tingkatkan Akses Pasar bagi Desainer
📅 Selasa, 02 Des 2025, 16:53 WIB | Oleh: Opik
Doc: ANTARA/Adimas Raditya
JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) menyatakan bahwa penyelenggaraan Ekraf Design Festival (EDF) 2025 dapat memperluas akses pasar para desainer lokal melalui kolaborasi lintas subsektor.
"Kami berharap dapat mempercepat profesionalisasi desainer dan membuka akses pasar yang lebih luas. Ini adalah bentuk dukungan pemerintah terhadap penguatan ekosistem desain nasional yang bergabung dalam kolaborasi lintas subsektor ekraf,” ujar Direktur Arsitektur dan Desain Kemenekraf, Sabar Norma Megawati Panjaitan di acara EDF 2025 di Jakarta, Selasa (2/12).
Ia mengungkapkan bahwa EDF 2025 diawali dengan proses open call pada 15 Oktober–3 November yang menarik minat 97 pendaftar dari subsektor arsitektur, desain interior, desain produk, dan desain komunikasi visual.
Setelah kurasi ketat pada bulan November, terpilih 20 desainer muda untuk mengikuti program inkubasi intensif Design Camp.
Ia menjelaskan, para desainer menerima materi dari praktisi, mengikuti lokakarya desain kolaboratif, serta melakukan kunjungan lapangan ke sejumlah kawasan kreatif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Proses tersebut menjadi bekal sebelum karya-karya mereka ditampilkan dalam pameran EDF 2025 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat pada 2 hingga 4 Desember 2025.
Melalui rangkaian tersebut, Megawati Panjaitan berharap EDF 2025 tidak hanya menjadi wadah apresiasi, tetapi juga membuka peluang bisnis baru, memperkuat jejaring industri, serta mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif berbasis desain di Indonesia.
"Semoga kegiatan ini dapat berjalan lancar dan memberikan dampak yang positif bagi masyarakat luas pada umumnya dan bagi para desainer Indonesia pada khususnya," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada kesempatan yang sama, Ketua Himpunan Desainer Interior Indonesia (HDII), Adi Surya Triwibowo menyebut kolaborasi lima asosiasi profesi dalam EDF 2025 sebagai pencapaian baru dalam penguatan ekosistem desain Indonesia.
“Ini adalah kolaborasi pertama di bawah Direktorat Arsitektur dan Desain yang menyatukan lima asosiasi profesi. Harapannya kegiatan ini tidak berhenti di sini, karena tugas kami bersama pemerintah adalah menghadirkan ruang tumbuh bagi desainer muda agar kelak menjadi talenta yang lebih baik dari kami,” ujar Adi.
Ia menambahkan bahwa para desainer muda yang terlibat menunjukkan antusiasme tinggi dan kemampuan kritis, sehingga berpotensi menjadi generasi penerus yang memperkuat sektor desain nasional.
Diketahui, kegiatan EDF 2025 didukung kolaborasi antara Kemenekraf dengan lima asosiasi profesi desain utama di Indonesia, yaitu IAI (Ikatan Arsitek Indonesia), HDII (Himpunan Desainer Interior Indonesia), ADGI (Asosiasi Desainer Grafis Indonesia), AIDIA (Asosiasi Profesional Desain Komunikasi Visual Indonesia), dan ADPII (Aliansi Desainer Produk Industri Indonesia). Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!