Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekonomi Jerman Terancam Resesi jika Russia Hentikan Pasokan Migas

📅 Rabu, 06 Apr 2022, 00:02 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Ekonomi Jerman Terancam Resesi jika Russia Hentikan Pasokan Migas Doc: ISTIMEWA
Ket. Kepala Eksekutif Deutsche Bank, Christian Sewing

FRANKFURT - Kepala Eksekutif Deutsche Bank, Christian Sewing, dalam kapasitasnya sebagai Presiden Lobi Asosiasi Bank Jerman (BDB) mengingatkan bahwa Jerman akan menghadapi resesi tajam jika impor atau pengiriman minyak dan gas (migas) Russia dihentikan.

Jerman, negara ekonomi terbesar Eropa, sangat bergantung pada Russia untuk pasokan energi. Bank-bank milik negara itu menyuarakan keprihatinan atas kemungkinan gangguan pasokan energi yang diungkapkan oleh sejumlah tokoh besar di industri dalam beberapa hari terakhir.

Sewing memperkirakan kemungkinan pertumbuhan yang melambat tajam sekitar 2 persen tahun ini akibat perang di Ukraina.

"Situasinya akan lebih buruk jika impor atau pasokan minyak dan gas alam Russia dihentikan. Resesi yang signifikan di Jerman akan hampir tidak dapat dihindari," kata Sewing kepada wartawan.

"Pertanyaan tentang langkah-langkah bantuan pemerintah untuk perusahaan-perusahaan dan sektor-sektor akan menjadi lebih mendesak," ujarnya seperti dikutip dari Reuters.

Sewing juga kembali meminta Bank Sentral Eropa (ECB) bertindak untuk menepis inflasi. ECB, jelasnya, harus segera mengakhiri pembelian aset bersih dan harus mengirim sinyal dengan suku bunga.

Peringatan Dini

Sebelumnya, Jerman mengumumkan peringatan dini kemungkinan darurat pasokan gas, seraya mengatakan tindakan itu dirancang untuk mempersiapkan risiko gangguan atau penghentian aliran gas alam dari Russia.

Pengumuman itu menjadi tanda paling jelas bahwa Uni Eropa sedang bersiap menghadapi gangguan pasokan setelah memberlakukan sanksi yang belum pernah terjadi sebelumnya menyusul invasi Russia ke Ukraina.

Moskwa sebelumnya berencana untuk memperkenalkan mekanisme baru yang mengalihkan pembayaran untuk gasnya ke mata uang rubel. Tuntutan itu telah ditolak oleh negara-negara G7, termasuk Jerman, dan memicu kekhawatiran terjadinya gangguan.

Di bawah rencana darurat gas Jerman saat ini, peringatan dini adalah yang pertama dari tiga tahap dan belum menyiratkan intervensi negara dalam penjatahan gas.

Menteri Ekonomi Jerman, Robert Habeck, mendesak konsumen dan perusahaan untuk mengurangi konsumsi, seraya mengatakan bahwa "setiap kilowatt jam berarti".

Dalam keterangan persnya, dia mengatakan bahwa pasokan gas masih aman untuk saat ini, dan Jerman sedang memantau secara saksama aliran pasokan dengan operator pasar.

"Namun, kita harus meningkatkan langkah-langkah kehati-hatian untuk bersiap menghadapi eskalasi di pihak Russia," kata Habeck. "Dengan deklarasi tingkat peringatan dini, tim krisis telah bermusyawarah."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Final Ideal Piala AFF, Vietnam Bersiap Ngluruk ke Thailand
    Preview komentar:
    skuad "gajah perang" sepertinya unggul, mrk diuntungkan sbg ...
  • Airlangga: Indonesia Prioritaskan Transformasi Industri Berbasis Tenaga Surya
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah menargetkan 100 GW tenaga surya ...
  • Badan Pangan Nasional Usul Tambahan 150 Ribu Ton SPHP Jagung Perkuat Peternak Mikro
    Preview komentar:
    Kebijakan strategis Bapanas mengusulkan tambahan 150 ribu ton ...
Daerah
Upaya pemulihan ekosistem p...
Ekonomi
Kobexindo Perkuat Jajaran P...
Daerah
Operasi celah bibir dan lan...

Kirab Gamelan Sekaten di Solo

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Kirab Gamelan Sekaten di Solo
Nasional
TNI AD kirim bantuan untuk ...

Program Pelatihan Vokasi Nasional di Aceh

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Program Pelatihan Vokasi Na...
Ruben Onsu Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penipuan & Penggelapan Investasi, Ini Kronologinya!

Ruben Onsu Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka Kasus Dugaan Penipuan & Penggelapan Investasi, Ini Kronologinya!

20 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.