Dugaan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Atlantik, WHO Selidiki Kematian 3 Penumpang
📅 Senin, 04 Mei 2026, 18:55 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Dugaan wabah infeksi hantavirus langka di sebuah kapal pesiar yang berlayar di Samudra Atlantik menewaskan tiga orang dan menyebabkan sedikitnya tiga orang lainnya jatuh sakit. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersama otoritas kesehatan Afrika Selatan kini masih melakukan investigasi mendalam terkait insiden tersebut.
WHO dalam keterangannya menyebut setidaknya satu kasus hantavirus telah terkonfirmasi. Saat ini, satu pasien dilaporkan masih dirawat intensif di rumah sakit di Afrika Selatan, sementara dua pasien lainnya yang masih berada di kapal tengah dipertimbangkan untuk dievakuasi secara medis.
Kementerian Luar Negeri Belanda menyatakan pihaknya sedang mengkaji opsi evakuasi medis bagi sejumlah penumpang yang terinfeksi. Pemerintah Belanda juga memastikan akan berkoordinasi apabila proses evakuasi tersebut memungkinkan dilakukan dalam waktu dekat.
Kapal pesiar berbendera Belanda bernama MV Hondius itu diketahui berada di lepas pantai Cape Verde, negara kepulauan di barat Afrika. Namun hingga kini otoritas setempat belum memberikan izin bagi penumpang untuk turun dari kapal meski telah membantu penanganan darurat di lokasi.
Perusahaan operator kapal, Oceanwide Expeditions, mengungkapkan dua orang yang membutuhkan penanganan medis segera merupakan kru kapal. Otoritas kesehatan setempat telah naik ke kapal untuk memeriksa kondisi mereka, namun belum memutuskan apakah pasien akan dipindahkan ke fasilitas kesehatan di daratan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Direktur Regional WHO untuk Eropa Hans Henri P. Kluge menegaskan risiko penyebaran ke masyarakat luas masih tergolong rendah.
"Tidak perlu panik atau memberlakukan pembatasan perjalanan," ujarnya.
Hantavirus merupakan kelompok virus langka yang umumnya menyebar melalui kontak dengan urine, feses, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi seperti tikus dan mencit. Dalam kasus tertentu yang sangat jarang, virus ini juga dapat menular antar manusia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC), hantavirus dapat menyebabkan dua penyakit serius yakni sindrom paru hantavirus yang menyerang paru-paru serta demam berdarah dengan sindrom ginjal yang menyerang organ ginjal. Hingga saat ini belum ada obat khusus untuk penyakit tersebut.
Korban pertama dilaporkan merupakan pria berusia 70 tahun yang meninggal dunia di atas kapal. Jenazahnya kemudian dibawa ke wilayah Saint Helena di Atlantik Selatan.
Istri korban yang juga warga Belanda dilaporkan jatuh pingsan di bandara Afrika Selatan saat hendak pulang ke negaranya dan meninggal dunia di rumah sakit setempat. Sementara korban ketiga dilaporkan meninggal di atas kapal dan jenazahnya masih berada di Cape Verde.
Satu pasien lain berkewarganegaraan Inggris kini dirawat di unit perawatan intensif di Johannesburg setelah jatuh sakit saat kapal berada di dekat Pulau Ascension.
Kapal tersebut diketahui berangkat dari Argentina sekitar tiga pekan lalu untuk perjalanan wisata ke Antartika, Kepulauan Falkland, dan sejumlah wilayah lainnya sebelum dijadwalkan berakhir di Kepulauan Canary, Spanyol.
Saat wabah terjadi, sekitar 150 wisatawan dan puluhan kru berada di atas kapal. Otoritas kesehatan Afrika Selatan kini juga melakukan pelacakan kontak untuk memastikan tidak ada penyebaran lebih lanjut setelah beberapa penumpang sempat berada di wilayah Johannesburg.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!