Dorong Ekspor Durian ke Tiongkok, Bapanas Kawal Pemenuhan Standar Keamanan dan Mutu Pangan
📅 Kamis, 20 Mar 2025, 11:56 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: Bapanas
JAKARTA- Badan Pangan Nasional (Bapanas/NFA) berkomitmen untuk mendukung percepatan ekspor durian Indonesia ke pasar ekspor Tiongkok. Untuk itu, pemenuhan keamanan pangan merupakan salah satu kunci keberhasilan agar durian Indonesia memiliki kualitas yang layak ekspor.
Kepala Bapanas, Arief Prasetyo Adi menekankan bahwa sinergi pemerintah dan pelaku usaha dalam pemenuhan keamanan pangan menjadi faktor penting. “Durian produksi dalam negeri memiliki potensi yang sangat besar untuk menjangkau pasar internasional dan pemenuhan menjamin keamanan dan mutu pangan dari hulu ke hilir menjadi kuncinya. Karena itu, Badan Pangan Nasional berkolaborasi dengan semua stakeholder terkait, Kemenko Pangan, Badan Karantina Indonesia, Kementerian Pertanian, dan Pemerintah Daerah untuk mendorong pemenuhan persyaratan standar keamanan dan mutu durian segar negara tujuan ekspor.” jelas Arief dalam keterangannya pada Rabu (19/3) di Jakarta.
Ditambahkannya, bahwa upaya ini sejalan dengan salah satu misi Pemerintah “Asta Cita” yaitu hilirisasi dan industrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri. “Ini menjadi salah satu konsen Presiden Prabowo, bahwa hilirisasi di sektor pangan ini terus dibangun dan tentunya akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani dan pelaku usaha itu sendiri,” ujarnya.
Dalam rangkaian persiapan ekspor durian Indonesia ke Tiongkok tersebut, the General Administration of Customs China (GACC) telah melakukan kunjungan audit ke kebun dan rumah kemas durian segar di Jawa Barat dan Sulawesi Tengah pada 11-13 Maret 2025. Kunjungan tersebut bertujuan untuk verifikasi lapang dan melengkapi data analisis risiko ekspor durian segar ke Tiongkok.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, Badan Pangan Nasional bersama dengan Dinas Urusan Pangan Provinsi Jawa Barat dan Sulawesi Tengah melakukan pendampingan pemenuhan persyaratan keamanan dan mutu pangan.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Badan Pangan Nasional, beserta Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) memastikan bahwa rumah kemas yang akan mengekspor durian segar telah teregistrasi dan memenuhi aspek keamanan pangan, yang artinya telah memenuhi tiga kriteria, yaitu menggunakan bahan baku dari petani pemasok yang telah bersertifikat Good Agriculture Practices, memiliki sarana prasarana penanganan durian yang memenuhi persyaratan sanitasi hygiene, dan memiliki label kemasan sesuai ketentuan regulasi atau persyaratan negara tujuan ekspor” ujar Deputi Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan NFA Andriko Noto Susanto pada sesi opening meeting audit GACC di Jakarta, Senin (10/3/2025).
Dalam penerbitan rumah kemas tersebut juga divalidasi dengan pengujian keamanan pangan yang menjadi perhatian pemerintah Tiongkok di laboratorium yang terakreditasi. “Berdasarkan hasil pengujian keamanan pangan di tiga rumah kemas di Sulteng dan Jawa Barat, buah durian yang diproduksi rumah kemas sudah tervalidasi aman dikonsumsi” ungkap Andriko.
Andriko mengatakan, pihaknya telah melakukan pengujian cemaran logam berat, residu pestisida dan mikrobiologi yang menjadi concern pemerintah Tiongkok. Bahkan untuk lebih meyakinkan penjaminan keamanan pangan, pihaknya juga mengajak auditor GACC ke laboratorium pengujian keamanan pangan di Balai Besar Uji Standar Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (Kota Jakarta Timur) dan Lab. Saraswanti Indo Genetech (Kota Bogor).
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kesiapan lab akreditasi yang kompeten sangat penting untuk mendukung jaminan keamanan pangan. Saya berharap ekspor langsung Durian ke Tiongkok dapat segera realisasi, sehingga dapat menggerakkan perekonomian di daerah secara khusus dan Indonesia secara nasional,” tutup Andriko.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!