DIY Siapkan Modifikasi Cuaca! Hujan Bakal ‘Digeser’ ke Laut untuk Cegah Bencana Hidrometeorologi
📅 Jumat, 14 Nov 2025, 20:50 WIB | Oleh: Alfred
Doc: ANTARA/Andreas Fitri Atmoko
YOGYAKARTA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menyiapkan operasi modifikasi cuaca untuk mengalihkan potensi hujan lebat ke laut sebagai langkah antisipasi bencana hidrometeorologi.
Upaya ini dilakukan seiring status siaga darurat yang ditetapkan pemerintah provinsi di tengah prediksi curah hujan tinggi pada puncak musim hujan.
"Kami ada operasi modifikasi cuaca (OMC), itu sebenarnya intervensi terhadap kondisi cuaca yang berpotensi menimbulkan terjadinya cuaca ekstrem, hujan yang terlalu lebat," ujar Kepala Pelaksana BPBD DIY Agustinus Ruruh Haryata saat dihubungi di Yogyakarta, Jumat.
Ruruh Haryata menyebut rekayasa cuaca itu disiapkan mengingat DIY kini berstatus siaga darurat bencana hidrometeorologi.
Status tersebut tertuang dalam SK Gubernur DIY Nomor 347/2025 yang berlaku sejak 20 Oktober hingga 19 November 2025 dan dapat diperpanjang menyesuaikan kondisi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pelaksanaan teknis OMC, kata dia, bakal dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sementara BPBD DIY menyiapkan dasar regulasi melalui penetapan status tersebut.
"Kami hanya menyiapkan dari sisi regulasi. Pemda sudah mengeluarkan, melalui Pak Gubernur itu, SK Gub tentang siaga bencana Hidrometeorologi, dari SK itu nanti bisa menjadi dasar BNPB untuk melakukan intervensi OMC tadi," ujar dia.
Menurut Ruruh, penerapan OMC di DIY baru kali pertama dilakukan. Teknologi tersebut digunakan untuk mengarahkan potensi hujan lebat yang berada di daratan ke arah laut agar tidak menimbulkan risiko bencana.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Intinya itu nanti hujan diarahkan, digeser ke laut. Jadi kalau potensi hujan berada di posisi daratan akan digeser, melalui intervensi teknologi, ke laut," ujarnya.
Mengenai waktu pelaksanaan OMC, menurut Ruruh, bergantung pada prediksi cuaca, utamanya jika muncul indikasi cuaca ekstrem.
"Tergantung cuacanya seperti apa, kalau ada prediksi cuaca yang ekstrem, mungkin BNPB akan melakukan upaya itu," ujar dia.
Ruruh memastikan tidak ada dampak negatif saat nantinya teknologi tersebut diterapkan.
"Tentunya 'enggak' (ada dampak negatif). Dampaknya dampak positif karena kami mengendalikan supaya tidak timbul potensi bencana," tuturnya.
Selain di level provinsi, menurut dia, kabupaten/kota di wilayah itu telah menyiapkan penetapan status serupa untuk mendukung langkah antisipasi menghadapi puncak musim hujan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!