Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

Denisovan, Manusia yang Punah 200 Ribu Tahun yang Lalu

27 Selasa, 13 Sep 2022, 00:00 WIB | Oleh:
Denisovan, Manusia yang Punah 200 Ribu Tahun yang Lalu Denisovan, Manusia yang Punah 200 Ribu Tahun yang Lalu Doc: Istimewa

Hominin Denisovan bersama dengan Neanderthal merupakan kerabat terdekat manusia modern. Meski telah punah, DNA masih bisa dilacak pada masyarakat di wilayah Asia Tenggara, Papua, dan Oseania.

Spesies manusia purba Denisovan bersama dengan Neanderthal, adalah kerabat terdekat manusia modern yang telah punah. Pada 2010 para ilmuwan mengatakan masih belum banyak mengetahui secara mendalam karenaminimnya bahan-bahan untuk menelitinya.

Berdasarkan bukti fosil dan genetik, Denisovan hidup di berbagai wilayah dan kondisi, dari pegunungan dingin Siberia dan Tibet hingga hutan di Asia tenggara. Fosilnya pertama kali ditemukan pada musim panas 2008 di sebuah situs yang dikenal sebagai Gua Denisovan di Pegunungan Altai di Siberia selatan.

Lalu dari mana nama itu berasal? Dalam laporannya di jurnalNature, gua itu digunakan pada 1700-an oleh seorang pertapa bernama Denis, yang kemudian dijadikan nama fosil itu. Denisovan tinggal di Gua Denisovan sekitar 30.000 hingga 50.000 tahun yang lalu, menurut studiNatureedisi 2010 yang pertama kali mengungkap keberadaan Denisovan.

Namun fosil Denisovan tertua yang pernah ditemukan hingga berusia sekitar 200.000 tahun. Hasil ini menunjukkan bahwa Denisovan sezaman denganHomo sapiensyang dikenal sebagai manusia modern dan Neanderthal, kerabat terdekat mereka.

Pada penggalian di Gua Denisovan ditemukan artefak batu yang pada awalnya dikira Neanderthal untuk untuk beberapa dekade. Namun, analisis selanjutnya dari DNA purba yang diekstraksi dari fosil-fosil ini mengungkapkan sebaliknya.

Pada 2008, para peneliti mengurutkan genom lengkap pertama Neanderthal, tetapi sepotong tulang jari berusia 30.000 hingga 50.000 tahun dari gua itu ternyata memiliki garis keturunan manusia yang sama sekali berbeda dan tidak diketahui. Selanjutnya pada 2010 mereka mengumumkan sebuah spesies hominin (manusia yang berjalan tegak yang telah punah) baru.

"Apa yang ditemukan dari fragmen tulang jari kecil ini adalah pencapaian teknis yang luar biasa," kata Chris Stringer, ahli paleoantropologi di Natural History Museum di London, kepadaLive Science.

Hasil Studi

Studi pada 2010 mengungkapkan bahwa Denisovan berkerabat dekat dengan Neanderthal. Sedangkan sebuah studi 2013 memperkirakan bahwa garis keturunan yang memunculkan Neanderthal dan Denisovan berpisah dari nenek moyang manusia modern antara sekitar 550.000 dan 765.000 tahun yang lalu.

Nenek moyang Neanderthal dan Denisovan kemudian berpisah satu sama lain antara sekitar 381.000 dan 473.000 tahun yang lalu. "Denisovan dan Neanderthal adalah kerabat terdekat manusia modern," kata seorang paleoantropolog dan Direktur Institut Ilmu Arkeologi di Universitas Eberhard Karls Tübingen di Jerman, Katerina Harvati.

Sebuah studi 2018 di jurnalCellmengungkapkan bahwa Denisovan terdiri dari beberapa garis keturunan. Salah satunya terkait erat dengan Siberian Denisovan dan memiliki warisan genetik yang ditemukan terutama di Asia timur.

Yang lainnya berkerabat lebih jauh dengan Siberian Denisovan dan memiliki DNA yang saat ini sebagian besar terlihat pada orang Papua dan Asia selatan. Kelompok-kelompok ini berpisah sekitar 283.000 tahun yang lalu.

Meskipun garis keturunan Denisovan ini memiliki asal usul yang sama dengan Neanderthal, mereka hampir berbeda secara genetik dari Neanderthal seperti halnya Neanderthal dariHomo sapiens.

Sebuah studi berikutnya 2019 yang dipublikasikan pada jurnalCellmengungkapkan garis keturunan Denisovan ketiga. Garis keturunan ketiga ini terpisah dari dua garis keturunan lainnya sekitar 363.000 tahun yang lalu. DNA-nyaditemukan pada individu modern yang tinggal di atau dekat Pulau Papua New Guinea.

Diperkirakan berasal dari Denisovan lain seperti halnya dengan Neanderthal. "Saya tidak dapat membayangkan kemajuan menarik ini bahkan 15 tahun yang lalu, kecepatan dan tingkat perkembangannya begitu cepat," kata Stringer.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta

Penertiban parkir liar di Jakarta

39 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Penertiban parkir liar di J...
Luar Negeri
Gencatan Senjata Russia-Ukr...
Ekonomi
Optimalisasi percepatan tan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Harry Kane Menangkan Ballon d'Or 2026, Begini Kisah di Balik Kesuksesannya

Harry Kane Menangkan Ballon d'Or 2026, Begini Kisah di Balik Kesuksesannya

27 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.