Dari Modus Sadis Penculikan hingga Pemerasan Kripto, Dua Pegawai Imigrasi Bali Terseret Skandal Kejahatan Internasional Mafia Rusia
📅 Senin, 04 Agu 2025, 11:05 WIB | Oleh: Alfina Febriyana
Doc: Istimewa
JAKARTA - Dua pegawai muda Imigrasi Bali diduga menjadi bagian dari jaringan kriminal internasional pimpinan Warga Negara Rusia.
Bukannya menjaga gerbang negara, dua oknum bernama Ernest Ezmail (24) dan Yopita Barinda Putri (23) justru diduga berkhianat dan ikut membekingi geng Rusia untuk melakukan penculikan, penganiayaan, dan perampokan terhadap turis asing.
Skandal ini menyeruak setelah polisi membongkar aksi keji sindikat pimpinan WN Rusia berinisial GG, yang hingga kini masih buron. GG dibantu dua rekan senegaranya yang telah ditangkap, yakni Iurii Vitchenko (30) dan Ilia Shkutov (31).
Menurut Kapolda Bali Irjen Daniel Adityajaya, sejak Januari hingga Juli 2025, geng ini menjalankan 27 aksi kriminal brutal di berbagai lokasi wisata elite seperti Canggu, Kuta, Legian, dan Denpasar.
Modusnya? Mereka menculik turis, memukuli korban, lalu memeras dengan dalih akan dideportasi jika tak mau bekerja sama.
Sebaiknya Anda baca juga:
Yang lebih mengerikan, korban dipaksa mentransfer uang melalui kripto hingga miliaran rupiah.
Bahkan, polisi mencium aroma bisnis gelap lain seperti narkoba, prostitusi, dan pencucian uang di balik jaringan ini.
Skema terbongkar berkat keberanian seorang WN Lithuania bernama Roman Smeliov Rusia (45) yang hampir jadi korban.
Sebaiknya Anda baca juga:
Roman dikeroyok saat baru pulang ke rumahnya di Jimbaran, Badung. Aksi para pelaku gagal total karena ternyata mereka salah sasaran.
Alih-alih korban yang dicari, Roman ternyata hanya memiliki nama mirip dengan target aslinya.
Aksi ini memaksa Roman melapor ke Polda Bali. Dari penyelidikan dan rekaman CCTV, para pelaku berhasil diringkus pada 21 Juli.
Ernest dan Yopita ditangkap di tempat tinggalnya, sementara dua WN Rusia dibekuk di Mandalika, NTB.
Investigasi menguak awalnya GG menghubungi Ernest dan menawarkan imbalan Rp 3 juta untuk membocorkan informasi identitas serta alamat target bernama Roman, yang dituduh berutang Rp 2,3 miliar.
Ernest, tergiur uang besar, mengajak Yopita ikut main kotor. Mereka lalu menyerahkan informasi ke GG dan merancang aksi penculikan bersama dua rekannya dari Rusia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!