Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Daftar Layanan Kesehatan Gratis Korban Banjir Jakarta: Tersedia 44 Puskesmas dan 31 RSUD

📅 Rabu, 28 Jan 2026, 20:50 WIB | Oleh:
Daftar Layanan Kesehatan Gratis Korban Banjir Jakarta: Tersedia 44 Puskesmas dan 31 RSUD Doc: Koran Jakarta/Ichsan Satria
Ket. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan seluruh warga terdampak banjir di ibu kota mendapatkan layanan kesehatan gratis.

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan seluruh warga terdampak banjir di ibu kota mendapatkan layanan kesehatan gratis. Kebijakan ini berlaku di seluruh fasilitas kesehatan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Pemprov DKI Jakarta telah menyiapkan jaringan layanan kesehatan yang tersebar di berbagai wilayah. Total terdapat 44 puskesmas, 292 puskesmas pembantu, serta 31 rumah sakit daerah yang siap melayani korban banjir.

Pramono menegaskan kebijakan tersebut menjadi bentuk kehadiran negara saat warga menghadapi situasi darurat. Menurutnya, faktor kesehatan menjadi prioritas utama dalam penanganan dampak banjir.

"Untuk yang terdampak banjir kalau di Jakarta semuanya gratis. Karena semuanya bisa di ini di puskesmas yang ada di Jakarta 44, kemudian pembantu puskesmas 292 dan rumah sakit juga 31 semuanya kalau ada korban terdampak banjir maka kami gratiskan," kata Pramono.

Pernyataan itu disampaikan Pramono saat meninjau wilayah terdampak banjir di kawasan Jakarta Utara, Selasa (27/1/2026). Ia menyebut seluruh fasilitas kesehatan sudah diminta bersiaga penuh.

Selain layanan gratis, Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan langkah antisipasi penyakit pascabanjir. Salah satu penyakit yang menjadi perhatian adalah leptospirosis atau yang dikenal masyarakat sebagai kencing tikus.

Pramono menyampaikan hingga saat ini belum ditemukan kasus leptospirosis di Jakarta. Meski begitu, pemerintah daerah tetap menyiapkan langkah pencegahan sejak dini.

"Kencing tikus dan itu ternyata di Jakarta belum ada. Toh kalau ada, kami pasti akan secara preventif melakukan pencegahan terhadap itu dan siap untuk itu, kalau ada," ungkap Pramono.

Langkah preventif tersebut mencakup pemantauan kesehatan warga di wilayah rawan banjir. Puskesmas diminta aktif melakukan edukasi kepada masyarakat terkait kebersihan lingkungan pascabanjir.

Selain fokus pada sektor kesehatan, Pramono juga menyinggung penanganan teknis banjir yang terus dilakukan Pemprov DKI Jakarta. Salah satu proyek yang menjadi sorotan adalah normalisasi Sungai Cakung Lama di wilayah Kelapa Gading.

Normalisasi sungai tersebut ditargetkan mampu mengurangi risiko genangan di kawasan Jakarta Utara. Pramono menyebut proyek ini menjadi bagian dari strategi jangka menengah pengendalian banjir.

Menurutnya, upaya penanganan banjir tidak hanya dilakukan saat bencana terjadi. Pemprov DKI Jakarta juga menyiapkan langkah struktural agar risiko banjir bisa ditekan ke depan.

Normalisasi sungai, pengerukan saluran air, hingga peningkatan kapasitas drainase terus dipercepat. Pemprov juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan aliran air tetap lancar.

Di sisi lain, layanan kesehatan gratis bagi korban banjir diharapkan mampu mencegah lonjakan kasus penyakit. Penyakit kulit, infeksi saluran pernapasan, hingga diare menjadi risiko yang kerap muncul saat banjir melanda.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Pemerintah Perlu Fokus Perc...

UMKM Didorong Tembus Rantai Global

46 menit yang lalu | Lukman

Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.