Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Curug Ngebul, Air Terjun “Berasap” di Bagian Selatan Kota Beras

📅 Jumat, 23 Mei 2025, 07:10 WIB | Oleh:
Curug Ngebul, Air Terjun “Berasap” di Bagian Selatan Kota Beras Doc: Antara
Ket. Curug Ngebul.

AKTIVITAS vulkanik dan tektonik di masa lalu membuat Kabupaten Cianjur dikenal memiliki berbagai air terjun atau curug. Di antara berbagai curug di kawasan ini salah satu yang sangat menarik perhatian wisatawan adalah Curug Ngebul.

Lokasinya berada berada di kawasan Cianjur bagian selatan tepatnya di Desa Bunijaya, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Jaraknya dari alun alun Cianjur atau pusat kota mencapai 61,9 kilometer melewati Jalan Campaka – Sukanagara.

Perjalanan menuju curug dapat dimulai dari pusat kota beras, demikian julukan Kabupaten Cianjur. Wisatawan perlu mengambil rute jalan raya besar Cianjur-Sukanagara. Dilanjutkan menuju Kecamatan Pagelaran. Sesampainya di Kampung Cipari Desa Sindangkerta belok kiri dilanjutkan menggunakan roda dua menuju Desa Bunijaya.

Kemudian dari Kampung Rawaroso dilanjutkan lagi dengan jalan kaki menelusuri jalan setapak sekitar 45 menit. Kondisi jalan cukup baik untuk menuju Pagelaran, namun jalan ke air terjun yang dilalui masih cukup susah. Inilah yang membuat curug ini menjadi semacam permata tersembunyi (hidden gem) bagi ­wisatawan.

Setelah sampai di titik lokasi pengunjung akan melewati bangunan non permanen tempat yang terbuat dari kayu beratap seng tempat penjualan tiket. Dari sini perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki melewati jalan setapak yang dilapisi oleh bebatuan.

Sebagian dari ruas jalan ini masih berupa jalan tanah. Ada beberapa anak tangga yang dibuat dengan menancapkan kayu-kayu sebagai pijakan. Pada saat hujan jalannya menjadi cukup licin untuk dilewati sehingga perlu kehati-hatian.

Selama perjalanan di kanan-kirinya ditumbuhi tumbuhan semak-semak yang tidak terlalu tinggi. Setelah perjalanan menanjak mulia terdengar gemuruh suara air terjun. Dari atas bukit ini Curug Ngebul mulai terlihat dari kejauhan.

Untuk mendekatinya lagi perlu menyusuri jalan setapak lagi. Setelah mencapai pintu air irigasi untuk semakin mendekati air terjun ini perlu harus melewati jalan irigasi dengan lebar sekitar 1,5 meter. Jalan ini selain untuk keperluan irigasi juga untuk mendekati air terjun.

Jaraknya yang begitu jauh membuat curug yang sangat indah ini menjadi kurang dikenal. Padahal tingginya saja mencapai 100 meter, membelah tebing yang tegak lurus hamper 90 derajat serta memiliki kolam-kolam di bawah dengan pemandangan alam sekitarnya yang memukau.

Nama Curug Ngebul berasal dari bahasa Sunda ngebu yang artinya “berasap” atau “mengeluarkan asap.” Gambaran ini memang benar. Debit air besar yang jatuh di bebatuan besar menciptakan uap air berbentuk kabut yang tampak seperti asap putih yang kemudian mengembun di rerumputan atau dedaunan yang ada di sekitarnya.

Uap bisa menjadi seperti asap karena airnya jatuh dari ketinggian yang cukup ekstrim tersebut.  Tidak banyak air terjun yang memiliki ketinggian seperti Curug Ngebul sehingga pemandangan ini menjadi daya tarik, meski perlu usaha keras untuk mencapai lokasi.

Yang menarik lagi air yang jatuh menimpa batu menciptakan suara mendesis. Selain menghasilkan suara air ini juga menciptakan angin yang bertiup menerpa pepohonan semak-semak yang bergoyang-goyang tak kenal lelah.

Tidak seperti yang dibayangkan wisatawan tidak bisa mandi di tempat jatuhnya air.

Sejauh ini tidak ada penjelasan terkait terbentuknya Curug Ngebul. Namun dengan adanya berbagai segmen sesar yang ada di Cianjur kemungkinan tebing dan dataran yang ada di depannya terbentuk oleh karena peristiwa tektonik berupa patahan atau sesar.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

31 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

31 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

31 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.