Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemlu Tegaskan Pemerintah Ingin Pastikan WNI Bermigrasi dengan Aman

📅 Selasa, 23 Jul 2024, 18:41 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kemlu Tegaskan Pemerintah Ingin Pastikan WNI Bermigrasi dengan Aman Doc: ANTARA/Cindy Frishanti
Ket. Direktur Sosial Budaya dan Organisasi Internasional Negara Berkembang Kemlu RI Penny Dewi Herasati berbicara dalam pembukaan “Simposium Nasional: Tata Kelola Migrasi untuk Pembangunan Berkelanjutan” yang diselenggarakan oleh Kemlu RI dan PBB di Indonesia di Jakarta, Selasa (23/7/2024).

Jakarta - Direktur Sosial Budaya dan Organisasi Internasional Negara Berkembang Kementerian Luar Negeri Penny Dewi Herasati menegaskan bahwa pemerintah Indonesia ingin memastikan warganya melakukan migrasi dengan aman dan teratur.

"Migrasi itu adalah hak, migrasi itu adalah pilihan, dan itu adalah hak bagi semua orang untuk melakukan migrasi (dengan) alasan apa pun. Pendidikan, pekerjaan, keluarga dan seterusnya," kata Penny di Jakarta, Selasa.

Dia menyampaikan hal tersebut di sela-sela acara "Simposium Nasional: Tata Kelola Migrasi untuk Pembangunan Berkelanjutan" yang diselenggarakan oleh Kemlu RI dan PBB di Indonesia pada Selasa.

Oleh karena itu, Kemlu RI, Badan Program Pembangunan PBB (UNDP), dan Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) mengadakan program kolaborasi "Tata Kelola Migrasi untuk Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia" pada periode 2022-2024.

Program yang didanai oleh Dana Perwalian Migrasi Multi-Mitra (MMPTF) itu bertujuan untuk memperkuat kapasitas pemerintah pusat dan daerah dalam mengelola migrasi tenaga kerja.

Selain itu, program itu juga menyusun kebijakan dan program yang responsif gender, berbasis hak dan mengakui potensi migran yang dapat berkontribusi dalam pembangunan yang sejalan dengan Kesepakatan Global tentang Migrasi (GCM).

Penny melanjutkan, pelaksanaan dari GCM itu salah satunya adalah menyusun indikator tata kelola migrasi yang bisa mengukur efek dari kebijakan pemerintah tentang migrasi, yakni apakah kebijakan itu sudah cukup baik atau masih perlu diperkuat lagi.

Pada kesempatan yang sama, Perwakilan UN Women Indonesia Dwi Yuliawati Faiz menyampaikan bahwa program kolaborasi tersebut juga memasukkan tata kelola migrasi responsif gender ke dalam rancangan RPJMN 2025-2029.

"Jadi, sudah bisa dipastikan bahwa program ini juga menjamin keberlanjutannya," kata Dwi.

Sementara itu, anggota UNDP Siprianus Bate Soro mengatakan ada tiga hal penting yang dilakukan dalam program kolaborasi tersebut, yang pertama adalah koordinasi dan sinergi berbagai pihak tingkat nasional dan daerah.

Kedua, program tersebut juga berupaya mengeksplorasi sumber pembiayaan alternatif yang lebih mudah agar para migran tidak terjebak utang.

Ketiga, program tersebut mendukung warga Indonesia yang bermigrasi untuk melakukan migrasi dengan aman dan legal.

"Silahkan bermigrasi tapi dengan cara yang legal, yang ada skema perlindungannya, sehingga bermigrasi itu bukan kutukan tapi rejeki, manfaat untuk pembangunan bagi keluarga dan bagi masyarakat," kata Siprianus.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.