Cuaca Hari Ini, Jumat (12/12), BMKG: Tiga Wilayah Berpotensi Hujan Disertai Petir
📅 Jumat, 12 Des 2025, 07:32 WIB | Oleh: Sriyono
Doc: dok
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Indonesia diguyur hujan ringan pada Jumat (12/12), sedangkan masyarakat di tiga daerah diminta waspada berpotensi hujan disertai petir.
mengingatkan untuk waspada di tiga daerah yang berpotensi hujan berpetir.
Prakirawan BMKG Ranti Kurniati dalam keterangan dikutip di Jakarta, Jumat, mengatakan di bagian barat Indonesia, untuk Sumatra potensi hujan ringan di Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Tanjung Pinang, Bengkulu, Palembang.
Selain itu, Pangkal Pinang, Bandar Lampung, Semarang, Yogyakarta, Pontianak, Palangkaraya, Tanjung Selor, dan Samarinda.
Potensi hujan dengan intensitas ringan di Kota Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Palu, Gorontalo, Manado, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, dan Jayawijaya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Potensi hujan disertai petir di Kota Banjarmasin, Kendari, dan Merauke.
Awan tebal berpotensi terjadi di Kota Jambi, Serang, Jakarta, dan Surabaya. Potensi hujan sedang di Kota Mamuju, Nabire, dan Jayapura.
BMKG juga melaporkan kemunculan bibit siklon tropis 93S di perairan Nusa Tenggara Barat (NTB) bagian selatan yang berpotensi cuaca buruk di Jawa Timur dan kawasan Kepulauan Sunda Kecil.
Ketua Tim Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca Khusus BMKG Miming Saepudin mengatakan bibit siklon tropis 93S terbentuk pada 11 Desember 2025, pukul 07.00 WIB atau 08.00 Wita.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Potensi bibit siklon tropis 93S berkembang menjadi siklon tropis dalam kategori peluang rendah," ujarnya dalam laporan yang diterima di Mataram, NTB, Jumat (12/12).
Ia menjelaskan bibit siklon tropis 93S didukung oleh aktifnya gelombang Equatorial Rossby dan gelombang frekuensi rendah di sekitar sistem.
Selanjutnya, faktor pendukung lain berupa suhu permukaan laut yang cukup hangat antara 28 sampai 29 derajat Celcius, wind shear yang lemah, dan vortisitas yang berada dalam kategori sedang di lapisan bawah hingga menengah.
Kondisi yang kurang mendukung pertumbuhan sistem, yakni kelembaban udara di sekitar sistem yang cukup kering di lapisan 500 hingga 200 hPa, konvergensi dan divergensi yang masih lemah serta belum adanya inflow angin yang kuat menuju sistem.
BMKG memprakirakan bibit badai siklon tersebut masih persisten yang ditandai dengan belum adanya peningkatan angin maksimum di sekitar sistem dan sirkulasi yang masih melebar dengan pergerakan secara perlahan ke arah barat hingga barat daya.
Miming mengatakan intensitas sistem diprakirakan meningkat secara perlahan yang ditandai dengan pola sirkulasi yang menjadi lebih baik di lapisan bawah hingga menengah dengan pergerakan cenderung stasioner.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!