Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Climate Action 101, Langkah Nyata Anak Muda Indonesia Hadapi Krisis Iklim

📅 Senin, 13 Okt 2025, 19:20 WIB | Oleh:
Climate Action 101, Langkah Nyata Anak Muda Indonesia Hadapi Krisis Iklim Doc: THC
Ket. Sesi Talkshow bertajuk “From Crisis to Opportunity: Indonesia’s Path to Sustainable Growth,” yang digelar Society of Renewable Energy (SRE) Indonesia.

JAKARTA - Di tengah ancaman krisis iklim, langkah sekecil apa pun tetap berarti, terutama ketika mampu menjawab tantangan pengangguran di kalangan muda. Melalui buku “Climate Action 101: Indonesia’s Guide for Newbies” The Habibie Center (THC) dan Society of Renewable Energy (SRE), Indonesia pun turut menunjukkan bahwa mewujudkan aksi nyata dalam menangani krisis iklim dapat dimulai dari halaman pertama.

Untuk membahas hal itu, Indonesia International Sustainability Forum (IISF) 2025, The Habibie Center (THC). Pada acara Society of Renewable Energy (SRE) Indonesia menggelar sesi Climate Action 101 Talkshow bertajuk “From Crisis to Opportunity: Indonesia’s Path to Sustainable Growth,”

Kegiatan ini menjadi ruang dialog bagi publik untuk membahas langkah nyata menghadapi krisis iklim di Tanah Air. Sebagai penggagas buku Climate Action 101, Nadia Sofia Habibie menyampaikan bahwa tujuan utama publikasi ini adalah untuk mendemokratisasi pengetahuan tentang iklim bagi generasi muda.

Ia menjelaskan bahwa buku ini ditulis untuk mereka yang ingin berbuat sesuatu dalam menghadapi krisis iklim, tetapi sering kali tidak tahu harus mulai dari mana. Melalui bahasa yang sederhana dan ilustrasi yang menarik, Nadia berharap isu iklim dapat menjadi lebih mudah dipahami dan diakses oleh semua kalangan, sehingga mendorong langkah nyata bersama dalam menghadapi tantangan iklim.

Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, turut menegaskan pentingnya langkah konkret dalam menghadapi krisis iklim, sejalan dengan arah kebijakan yang tengah diusulkan oleh MPR RI. Ia menilai, keseriusan dalam menangani krisis iklim tidak hanya memberikan dampak positif terhadap lingkungan, tetapi juga dapat menjadi solusi atas berbagai tantangan nasional lainnya.

“Kebijakan yang berfokus pada pengembangan lapangan kerja hijau dapat membantu mengatasi keterbatasan kesempatan kerja bagi generasi muda dan menjadi peluang strategis yang perlu diprioritaskan dalam waktu dekat,’ ujar dia melalui keterangannya pada hari Senin (13/10).

Dari sektor swasta, Karida H. Niode, Vice President of Sustainability PT TBS Energi Utama Tbk, menyoroti pentingnya keputusan perusahaan untuk bertransisi menuju energi yang lebih bersih demi keberlanjutan jangka panjang, terutama untuk mencapai target tahun 2050. Ia menjelaskan bahwa sejak 2023, TBS telah memutuskan untuk mulai beralih dari industri batu bara menuju energi bersih guna meningkatkan efisiensi dan nilai ekonomi perusahaan.

Tim keberlanjutan TBS juga telah menetapkan matriks capaian yang jelas untuk memastikan efektivitas dan urgensi setiap investasi dalam proses transisi energi tersebut. Karida menambahkan, langkah ini telah menjadikan TBS tempat kerja yang semakin menarik bagi generasi muda Indonesia yang peduli pada keberlanjutan.

Sementara itu, dari sektor industri energi, penggagas buku lainnya, Aufar Satria, yang juga menjabat sebagai Komisaris SRE Indonesia sekaligus Direktur Akartha Energy, menekankan pentingnya mengubah pengetahuan menjadi aksi nyata. Ia mencontohkan proyek off-grid solar PV + battery berkapasitas 16 MW di Kalimantan Timur yang dikembangkan oleh Akartha Energy. Proyek tersebut kini telah menyediakan energi bersih bagi lebih dari 1.500 rumah dan memperpanjang suplai listrik masyarakat dari lima menjadi 12 dan 24 jam per hari. Aufar menegaskan bahwa transisi energi bukan hanya tentang teknologi, tetapi juga tentang meningkatkan kesejahteraan manusia.

Menurutnya, penyediaan listrik bersih secara langsung berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat, sejalan dengan nilai-nilai The Habibie Center yang menjunjung tinggi demokratisasi berkelanjutan.

Lebih lanjut, Adrianto Darmoyo, Vice President of Renewables Medco Power Indonesia, menekankan bahwa setiap pelaku usaha memiliki tanggung jawab moral dan strategis untuk mempercepat adopsi energi bersih.

Ia menyebut bahwa investasi dalam energi terbarukan tidak hanya berfungsi untuk mengurangi emisi, tetapi juga menjadi kunci dalam menjaga daya saing ekonomi Indonesia di masa depan. Menurutnya, aksi nyata dalam menangani krisis iklim juga akan membuka peluang baru bagi masa depan angkatan kerja di Indonesia.

Melalui kegiatan ini, The Habibie Center dan Society of Renewable Energy Indonesia meyakini bahwa buku Climate Action 101: Indonesia’s Guide for Newbies merupakan langkah nyata betapapun kecil dalam menghadapi krisis iklim.

Buku hasil kolaborasi kedua lembaga ini, dengan dukungan TBS Energi Utama, Medco Foundation, Bakti Barito Foundation, dan PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk, menguraikan konsep dasar perubahan iklim, tantangan menuju Net Zero 2060, serta langkah konkret yang dapat diambil masyarakat untuk berkontribusi melalui inovasi, aktivisme, dan gaya hidup berkelanjutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Daerah
DLH Cirebon Kerahkan 9 Truk...
Daerah
Kasus yang Melingkungi Proy...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
Olahraga
Sabalengka di Luar Dugaan D...

Tim Piala Dunia, Maroko Dapat Menjadi Kuda Hitam

55 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Tim Piala Dunia, Maroko Dap...
Olahraga
Tim Piala Dunia, Mampukan B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.