Cirebon Jadi Pilot Project Sorgum, Pemprov Jabar Pacu Pangan Alternatif
📅 Kamis, 05 Mar 2026, 18:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: ANTARA/Fathnur Rohman.
CIREBON – Pengembangan tanaman sorgum semakin relevan sebagai strategi diversifikasi pangan dan penguatan ketahanan pangan nasional.
Komoditas ini memiliki keunggulan adaptif terhadap kondisi lahan kering dan perubahan iklim, serta membutuhkan air yang relatif lebih sedikit dibandingkan tanaman pangan utama seperti padi.
Dengan karakteristik tersebut, sorgum berpotensi dikembangkan di wilayah marginal yang selama ini kurang optimal dimanfaatkan untuk produksi pangan.
Selain sebagai sumber pangan alternatif, sorgum juga memiliki nilai ekonomi yang luas karena dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak hingga bahan baku industri pangan dan energi.
Oleh karena itu, pengembangan sorgum perlu didukung melalui riset varietas unggul, perluasan budidaya, serta penguatan rantai pasok agar komoditas ini tidak hanya menjadi alternatif pangan, tetapi juga bagian dari strategi pembangunan pertanian yang berkelanjutan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan menyebut Kabupaten Cirebon menjadi daerah percontohan dalam pengembangan tanaman sorgum untuk mendukung diversifikasi dan memperkuat ketahanan pangan di Jabar.
Erwan dalam kunjungannya di Cirebon, Kamis (5/3), mengatakan pengembangan komoditas tersebut dapat menjadi model bagi daerah lain di Jabar dalam memperluas budidaya sorgum.
Menurut dia, tanaman sorgum memiliki potensi besar karena merupakan serealia yang kaya nutrisi, seperti protein, serat, antioksidan, serta bebas gluten sehingga dapat menjadi alternatif pangan pengganti beras dan gandum.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Sorgum ini tanaman yang multifungsi. Bijinya bisa menjadi pangan, batangnya dapat dimanfaatkan untuk biomassa atau bioetanol, sedangkan daunnya bisa menjadi pakan ternak,” katanya.
Ia menjelaskan pada kegiatan panen yang dilakukan, lahan sorgum yang dipanen di Cirebon memiliki luas sekitar 1,5 hektare dan telah melalui proses sertifikasi benih.
Dari lahan tersebut, kata Erwan, diperkirakan dihasilkan sekitar 1,5 ton benih dengan kelas benih dasar yang selanjutnya dapat dikembangkan untuk produksi benih pokok hingga mencakup lahan sekitar 150 hektare.
“Lahan tersebut berpotensi menghasilkan batang sorgum sekitar 10 hingga 15 ton yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan ternak, bahan baku industri pangan dan gula, serta bioetanol maupun energi biomassa,” katanya.
Erwan menuturkan pengembangan tanaman sorgum di Cirebon, terlaksana berkat dukungan berbagai pihak, termasuk program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) PT Dirgantara Indonesia.
Selain itu, lanjut dia, terdapat rencana kerja sama pemanfaatan lahan di Kabupaten Sumedang antara PT Dirgantara Indonesia dengan pemilik lahan setempat untuk pengembangan tanaman sorgum sekitar 30 hingga 40 hektare.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!