Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pakar Ungkap Bencana Hidrometeorologi Tak Murni Faktor Iklim, Tapi Kerusakan Lingkungan

📅 Senin, 01 Des 2025, 17:58 WIB | Oleh:
Pakar Ungkap Bencana Hidrometeorologi Tak Murni Faktor Iklim, Tapi Kerusakan Lingkungan Doc: ANTARA/Muhammad Zulfikar
Ket. Seorang prajurit TNI berdiri di pinggir aliran sungai dengan latar perbukitan yang rusak parah akibat dihantam banjir bandang Kota Padang Panjang, Minggu (30/11).

KOTA PADANG, SUMATERA BARAT - Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas (Unand) Prof Marzuki menegaskan dampak kerusakan besar dari bencana hidrometeorologi yang terjadi di Provinsi Sumatera Barat tidak murni faktor iklim, melainkan juga dipengaruhi lingkungan yang terganggu.

"Curah hujan tinggi memicu banjir, tetapi kerusakan besar yang terlihat di sungai, jembatan putus, kayu gelondongan hanyut dan perubahan aliran sungai, itu tidak murni faktor iklim. Ada faktor lingkungan yang sudah terganggu," kata Ketua LPPM Unand Prof Marzuki di Padang, Senin (1/12).

Marzuki menjelaskan sungai pada dasarnya memiliki jalur alami dan ketika jalur tersebut rusak akibat aktivitas manusia, maka bencana yang terjadi menjadi lebih parah. Bencana yang terjadi saat ini memang termasuk dalam kategori bencana hidrometeorologi yakni bencana yang dipicu langsung oleh dinamika atmosfer atau cuaca.

Namun, di samping faktor cuaca itu sendiri, fakta menunjukkan bahwa kerusakan lingkungan turut memperparah kondisi atau dampak dari bencana hidrometeorologi tersebut.

"Alam itu selalu mencari jalannya. Apapun yang kita lakukan terhadap alam akan mempengaruhi bagaimana ia mengalir," ujar dia.

Oleh karena itu, kata dia, pemerintah dan pemangku kepentingan harus menekankan aspek perbaikan tata kelola lingkungan untuk meminimalkan kerusakan saat bencana terjadi.

"Hujan mungkin tidak bisa dikendalikan, tetapi dampaknya bisa dikurangi. Kuncinya ada pada pengelolaan lingkungan," tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang Panjang, Sonny Budaya Putra mengatakan banjir bandang yang terjadi pada 27 November 2025 berbeda dengan kejadian banjir bandang 12 Mei 2024.

Pemerintah daerah bersama pihak terkait akan menyelidiki atau mencari tahu penyebab banjir bandang tersebut. Namun, untuk saat ini fokus pemerintah bersama Tim SAR gabungan ialah memfokuskan pencarian korban, evakuasi, pemenuhan kebutuhan penyintas banjir, serta perawatan korban selamat. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.