Carlos Alcaraz Simbol Era Baru Tenis Dunia
📅 Senin, 02 Feb 2026, 03:11 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: ist
MELBOURNE - Petenis Spanyol Carlos Alcaraz memiliki pesona alami dan senyum lebar ala Tom Cruise. Namun di balik sosok santainya, petenis berusia 22 tahun itu menyimpan ambisi besar dan fokus tajam untuk menorehkan rekor demi rekor dalam sejarah tenis dunia.
Ambisi tersebut kembali terwujud pada hari Minggu (1/2) ketika Alcaraz menaklukkan Novak Djokovic di final Australia Open. Kemenangan itu mengantarkannya menjadi petenis termuda yang mampu menjuarai keempat turnamen Grand Slam, melampaui pencapaian legenda Spanyol Rafael Nadal. Nadal sendiri baru menyelesaikan career Grand Slam pada usia 24 tahun, dan hadir langsung di Rod Laver Arena untuk menyaksikan tonggak sejarah tersebut.
Alcaraz mulai mencuri perhatian dunia di Madrid Open 2022. Saat itu dia menjadi satu-satunya pemain yang mampu mengalahkan Nadal dan Djokovic dalam satu turnamen tanah liat yang sama, bahkan melakukannya dalam dua hari berturut-turut.
Di tahun yang sama, Alcaraz meraih Grand Slam pertamanya di US Open dan menjadi juara mayor termuda sejak Nadal di Prancis Open 2005. Dia juga mencatatkan diri sebagai petenis termuda yang pernah menduduki peringkat satu dunia. Gelar Roland Garros 2024 kemudian memastikan namanya sebagai petenis termuda yang menjuarai Grand Slam di tiga permukaan berbeda: tanah liat, rumput, dan keras.
Yang membuat para rival waswas, Alcaraz terus berkembang. Mental baja menjadi salah satu kekuatannya. Hal itu tampak jelas di semifinal Australia Open melawan Alexander Zverev, ketika dia bangkit dari kram dan ketertinggalan 3-5 di set kelima untuk membalikkan keadaan. “Saya benci menyerah,” katanya. “Setiap detik tambahan untuk bertarung selalu sepadan.”
Sebaiknya Anda baca juga:
Selama bertahun-tahun, Alcaraz dibimbing Juan Carlos Ferrero, juara Prancis Open 2003, sebelum keduanya berpisah akhir tahun lalu. Ferrero membawa Alcaraz ke akademinya di Valencia, dan bakat mentah sang remaja segera menarik sponsor besar seperti Nike dan Rolex.
Di luar lapangan, Alcaraz dikenal menjaga privasi. Dia menyukai golf, sepak bola, mengidolakan Real Madrid, serta gemar bermain catur. “Catur sangat mirip dengan tenis,” ujarnya. “Strategi, membaca lawan, dan berpikir beberapa langkah ke depan.” Sebuah filosofi yang kini menjelma menjadi fondasi kejayaannya di lapangan tenis dunia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!