Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Buyback Saham Jadi Bukti Percaya Diri Bank Mandiri di Tengah Gejolak Ekonomi

📅 Rabu, 29 Okt 2025, 16:45 WIB | Oleh:
Buyback Saham Jadi Bukti Percaya Diri Bank Mandiri di Tengah Gejolak Ekonomi Doc: Istimewa

JAKARTA – Di tengah tekanan ekonomi global yang fluktuatif, Bank Mandiri tetap berhasil menjaga momentum pertumbuhan bisnisnya sepanjang sembilan bulan pertama tahun 2025. Berdasarkan laporan keuangan terbaru per September 2025, bank berkode emiten BMRI itu mencatatkan kenaikan laba bersih 1,84 persen secara bulanan menjadi Rp 4,14 triliun.

Peningkatan tersebut mencerminkan ketahanan bisnis dan keberhasilan strategi pengelolaan pendapatan serta efisiensi biaya yang diterapkan secara konsisten. Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menyebut pertumbuhan laba terutama didorong oleh peningkatan pendapatan nonbunga atau fee based income yang kini berkontribusi hingga 32 persen terhadap total pendapatan.

“Kami terus memperkuat fundamental keuangan yang berkelanjutan melalui diversifikasi sumber pendapatan, penguatan digital banking, serta efisiensi biaya yang terukur,” ujar Novita dalam keterangan resminya, Rabu (29/10).

Kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan tersebut datang dari sektor digital banking yang mencatat peningkatan pendapatan sebesar 11 persen secara bulanan. Kinerja ini terutama ditopang oleh super app Livin’ dan super platform KOPRA, sementara pendapatan treasury juga tumbuh sebesar 10 persen. Kedua sektor ini menjadi motor utama dalam memperkuat basis pendapatan berulang perusahaan.

Selain fokus pada pengembangan digital, Bank Mandiri juga memperluas sumber pendapatan berulang untuk menjaga kesinambungan profitabilitas di tengah dinamika ekonomi yang cepat berubah. Hingga September 2025, penyaluran kredit dan penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) konsolidasi masing-masing mencapai Rp 1.764 triliun dan Rp 1.884 triliun, dengan pertumbuhan yang melampaui rata-rata industri perbankan nasional.

Capaian tersebut menunjukkan kemampuan Bank Mandiri dalam menyeimbangkan ekspansi bisnis dan penerapan prinsip kehati-hatian. Dari sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) tercatat hanya 1,03 persen lebih baik dibanding rata-rata industri pada periode yang sama, menegaskan pengelolaan risiko yang efektif dan berkelanjutan.

Kinerja solid itu juga diperkuat dengan aksi korporasi strategis berupa program pembelian kembali saham atau buyback yang telah disetujui dalam RUPS Maret 2025. Kebijakan ini menjadi bentuk nyata kepercayaan manajemen terhadap kekuatan fundamental perusahaan dan prospek jangka panjang industri perbankan Indonesia.

“Buyback ini menjadi sinyal kepercayaan manajemen perseroan terhadap kekuatan model bisnis dan nilai jangka panjang Bank Mandiri,” tegas Novita.

Sebaiknya Anda baca juga:

Selain memperkuat kepercayaan investor, saham hasil buyback juga akan dialokasikan untuk mendukung program kepemilikan saham pegawai atau Employee Stock Ownership Program (ESOP). Langkah ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam menciptakan keseimbangan antara tata kelola yang baik, peningkatan kesejahteraan karyawan, serta keberlanjutan nilai bagi seluruh pemangku kepentingan.

Bank Mandiri menilai kombinasi antara kinerja keuangan yang tangguh, pertumbuhan intermediasi yang sehat, serta strategi pengelolaan modal yang proaktif menjadi fondasi utama dalam mempertahankan pertumbuhan berkualitas. Fokus ini juga sejalan dengan upaya perusahaan dalam mendukung perekonomian nasional melalui pembiayaan sektor produktif dan inovasi digital berkelanjutan.

“Kami melihat momentum pertumbuhan ini sebagai bukti solidnya fundamental dan strategi yang kami jalankan. Ke depan, kami akan terus memperkuat peran Bank Mandiri dalam menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional, sejalan dengan semangat Sinergi Majukan Negeri,” pungkas Novita.

Dengan capaian dan strategi tersebut, Bank Mandiri menegaskan posisinya sebagai salah satu institusi keuangan paling kuat di kawasan, sekaligus membuktikan bahwa stabilitas dan inovasi dapat berjalan beriringan meski di tengah gejolak global.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Pemerintah Perlu Fokus Perc...

UMKM Didorong Tembus Rantai Global

1.5 jam yang lalu | Lukman

Nasional
UMKM Didorong Tembus Rantai...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.