Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bupati Banyumas Akan Kembangkan Kawasan Kebondalem

📅 Selasa, 27 Mei 2025, 16:26 WIB | Oleh:
Bupati Banyumas Akan Kembangkan Kawasan Kebondalem Doc: antara foto
Ket. Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono

BANYUMAS - Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengundang sejumlah investor untuk berinvestasi di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah (Jateng), khususnya kawasan pertokoan Kebondalem, Purwokerto.

"Saya pertama membawa ada grup (perusahaan) besar yang datang bareng, mungkin mereka akan kolaborasi," katanya di Desa Karanggintung, Kecamatan Sumbang, Banyumas, Selasa (27/5).

Selain itu, kata dia, pihaknya juga sedang melakukan lobi-lobi dengan sebuah grup perusahaan besar karena ada keinginan untuk menjadikan lahan eks Toko Buku Metro Jaya di kawsan Kebondalem sebagai pusat kuliner dan kegiatan anak muda seperti halnya Cheetos di Blok M Square, Jakarta.

Kendati demikian, dia mengatakan pihaknya akan mengadakan semacam diskusi kelompok terpumpun yang melibatkan berbagai pihak untuk membahas keinginan masyarakat terkait pemanfaatan lahan di kawasan pertokoan Kebondalem.

"Itu hanya keinginan ya, jangan ada pemikiran bahwa bupatinya harus seperti ini, nanti saya akan adakan focus group discussion, FGD (diskusi kelompok terpumpun), masyarakat inginnya apa," katanya menegaskan.

Lebih lanjut, dia mengaku sengaja tidak memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas untuk membuat desain pengembangan kawasan Kebondalem.

Menurut dia, hal itu disebabkan jika desain yang hitungannya dari pemerintah daerah berdasarkan pengalaman yang lalu, investornya punya hitungan lain. “Jadi, saya punya konsep, saya berikan ke investor, silakan mereka membuat gambar desain, kemudian akan kita adakan beauty contest (kontes kecantikan), siapa yang paling menarik dan menguntungkan pemda," katanya.

Bupati mengatakan ada satu lagi permintaan yang dia sampaikan kepada calon investor, yakni untuk tetap mengakomodasi sekitar 50 anak muda yang setiap malam berjualan di kawasan Kebondalem. "Jadi, tidak perlu khawatir. Itu permintaan saya," katanya menegaskan.

Menurut dia, konsep ke depan terkait pengelolaan aset-aset pemda yang ada di kota tidak ada lagi sistem sewa, melainkan melalui mekanisme kerja sama.

Dalam mekanisme kerja sama tersebut, dia mencontohkan total investasi yang dihitung oleh investor sebesar Rp100 miliar termasuk aset pemda seperti tanah dan sebagainya senilai Rp30 miliar, sehingga pemda mempunyai hak semacam saham perusahaan sebesar 30 persen.

Dengan demikian, kata dia, pemerintah daerah tidak lagi hanya mendapatkan uang sewa dan retribusi, tetapi memperoleh bagi hasil dari keuntungan yang diperoleh setiap tahun.

"Apabila tidak punya aset yang dirupiahkan untuk saham, maka saya akan minta BIJ (PT Banyumas Investama Jaya (Perseroda). Mereka akan kerja sama dengan Banyumas Investama Jaya yang sekarang sedang saya tata, minimal kita akan mendapatkan goodwill (niat baik), kisaran angkanya maksimal 10 persen," katanya.

Menurut dia, semua itu akan dilakukan untuk pengembangan kawasan sampah termasuk membenahi masalah sampah.

Ia menginginkan pengelolaan sampah di Banyumas ke depan dijadikan sebagai bisnis karena penanganannya sudah mendekati paripurna atau mencapai 100 persen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.