Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bukan Cuma Aturan, Gubernur Pramono Ajak Warga Jadi Kunci Udara Bersih Jakarta

📅 Selasa, 10 Feb 2026, 19:15 WIB | Oleh:
Bukan Cuma Aturan, Gubernur Pramono Ajak Warga Jadi Kunci Udara Bersih Jakarta Doc: Pemprov DKI Jakarta
Ket. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan keberhasilan pengendalian pencemaran udara di Jakarta tidak hanya bergantung pada regulasi pemerintah. Partisipasi aktif masyarakat dinilai menjadi faktor penentu terciptanya udara yang lebih bersih dan sehat.

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan keberhasilan pengendalian pencemaran udara di Jakarta tidak hanya bergantung pada regulasi pemerintah. Partisipasi aktif masyarakat dinilai menjadi faktor penentu terciptanya udara yang lebih bersih dan sehat.

Hal tersebut disampaikan Pramono dalam Town Hall Meeting Dialog PR Jakarta bertajuk "Dengar Warga, Kerja Nyata untuk Udara Bersih" di M Bloc Space, Jakarta Selatan, Selasa (10/2). Ia menekankan, warga harus ditempatkan sebagai subjek utama kebijakan.

"Sebagus apa pun kebijakan pemerintah, tidak akan optimal tanpa partisipasi warga. Kami ingin masyarakat terlibat langsung dalam menjaga kualitas udara Jakarta," ujar Pramono.

Menurutnya, perubahan perilaku menjadi kunci pengendalian emisi, terutama dari sektor transportasi. Ketergantungan pada kendaraan pribadi masih menjadi tantangan besar di Jakarta.

Pemprov DKI, kata Pramono, terus mendorong peralihan ke transportasi publik melalui perluasan layanan Transjakarta hingga wilayah Bodetabek. Selain itu, layanan transportasi publik gratis diberikan kepada 15 golongan masyarakat.

"Transportasi publik adalah kunci pengurangan emisi. Dengan layanan yang terjangkau dan nyaman, kami mendorong warga meninggalkan kendaraan pribadi," katanya.

Pemprov DKI juga memperkuat integrasi antarmoda untuk meningkatkan kenyamanan pengguna. Langkah ini ditujukan agar transportasi publik menjadi pilihan utama mobilitas warga.

Di internal pemerintahan, kebijakan "Rabu Naik Angkutan Umum" diterapkan sebagai contoh perubahan perilaku. Pramono menyebut kebijakan ini sekaligus menjadi pesan simbolik bahwa pemerintah harus memberi teladan.

Hasilnya, Jakarta kini menempati peringkat ke-17 dari 50 kota terbaik dunia dalam layanan transportasi publik. Capaian tersebut dinilai sebagai indikator awal keberhasilan transformasi sistem mobilitas.

"Peringkat ini menunjukkan arah kebijakan kita sudah benar, tapi belum selesai. Masih banyak ruang untuk perbaikan," jelas Pramono.

Selain transportasi, Pemprov DKI juga mendorong keterlibatan warga melalui keterbukaan data. Masyarakat dapat mengakses kualitas udara secara real-time melalui platform Udara Jakarta dan fitur "Udara" di aplikasi JAKI.

Pramono menilai transparansi data menjadi alat penting untuk membangun kesadaran publik. Dengan informasi terbuka, warga diharapkan lebih sadar terhadap dampak aktivitas sehari-hari terhadap kualitas udara.

Menutup sambutannya, Pramono mengajak masyarakat melakukan langkah sederhana namun berdampak. Mulai dari uji emisi kendaraan, tidak membakar sampah, hingga memilih mobilitas yang lebih ramah lingkungan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.