Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BPS Ungkap Peran Sektor Perumahan Jadi Kunci Mendorong Ekonomi Nasional

📅 Jumat, 19 Sep 2025, 03:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPS Ungkap Peran Sektor Perumahan Jadi Kunci Mendorong Ekonomi Nasional Doc: Antara
Ket. Situasi peluncuran program penguatan ekosistem perumahan dan KUR Perumahan, di Gedung Sabuga Bandung, Jawa Barat, Kamis (18/9).

Bandung - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti menyatakan bahwa sektor perumahan memainkan peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional melalui efek berganda terhadap berbagai sektor industri.

"Bangunan rumah tempat tinggal memiliki efek berganda sebesar 1,9 poin terhadap perekonomian. Artinya, tambahan Rp1 juta di sektor ini dapat menciptakan dampak ekonomi sebesar Rp1,9 juta," kata Amalia dalam acara peluncuran program penguatan ekosistem perumahan dan KUR Perumahan, di Sabuga Bandung, Jawa Barat, Kamis (18/9).

Menurut Amalia, pembangunan perumahan tidak hanya menyediakan hunian layak, tetapi juga menggerakkan industri bahan bangunan, furnitur, hingga jasa konstruksi.

Oleh karena itu, ia menilai program perumahan sebagai salah satu motor penggerak ekonomi yang efektif.

Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2025, BPS mencatat angka backlog perumahan turun menjadi 9,6 juta rumah tangga, dibandingkan 9,9 juta pada tahun sebelumnya.

"Ini menunjukkan program perumahan pemerintah mulai memberikan dampak nyata. Ada penurunan backlog, dan itu kami buktikan lewat data," ujarnya.

Amalia juga menyoroti pentingnya pemanfaatan data BPS untuk menyusun kebijakan perumahan yang lebih tepat sasaran, terutama dalam mengidentifikasi masyarakat yang belum memiliki rumah.

"Dengan data tunggal sosial ekonomi nasional, pemerintah pusat dan daerah bisa mengetahui siapa dan di mana yang membutuhkan intervensi," ujarnya lagii.

Di Jawa Barat, Amalia menyebut masih terdapat jutaan rumah tangga yang belum memiliki hunian layak. Karena itu, ia mendorong optimalisasi program perumahan di provinsi ini.

Lebih lanjut, Amalia menyoroti kinerja ekonomi Jawa Barat yang dinilai positif. Pada triwulan II-2025, ekonomi provinsi ini tumbuh 5,23 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.

"Jawa Barat juga berkontribusi 12,8 persen terhadap perekonomian nasional. Ini menunjukkan peran penting provinsi ini dalam menjaga stabilitas ekonomi," ujarnya.

Tingkat kemiskinan di Jawa Barat juga tercatat menurun menjadi 7,02 persen, lebih rendah dari rata-rata nasional. Sepanjang satu tahun terakhir, jumlah penduduk miskin di Jawa Barat turun sekitar 193 ribu orang.

"Jawa Barat menjadi provinsi kedua terbesar yang berhasil menurunkan jumlah penduduk miskin, setelah Jawa Timur," kata Amalia menambahkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.