Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BPS: Harga Telur Ayam Ras pada Januari 2026 Naik Tipis

📅 Selasa, 20 Jan 2026, 15:25 WIB | Oleh:
BPS: Harga Telur Ayam Ras pada Januari 2026 Naik Tipis  Doc: Freepik

JAKARTA - Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Puji Ismartini, memaparkan perkembangan harga telur ayam ras nasional. Menurut dia, harga telur ayam ras tercatat mengalami kenaikan tipis.

"Secara rata-rata harga telur ayam ras sudah berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET)," ujar dia, Senin (19/1).

Menurut dia, dilihat dari grafik pergerakannya, harga telur ayam ras terus menunjukan tren peningkatan sejak Mei 2025.

Secara nasional, harga telur ayam ras hingga pekan ketiga Januari 2026 naik 0,17 persen dibandingkan posisi pada Desember 2025. Meski begitu, rata-rata harga telur ayam ras berada di atas harga acuan penjualan berdasarkan pemantauan harga pangan nasional.

BPS melaporkan kenaikan indeks harga telur ayam ras terjadi di 42,50 persen wilayah Indonesia. Pada pekan ketiga Januari 2026, tercatat 153 kabupaten dan kota masih mengalami kenaikan harga telur ayam ras.

Rata-rata harganya berada pada kisaran Rp32.633 per kilogram, sedangkan harga tertinggi mencapai Rp113.846 per kilogram. Sedangkan harga terendah telur ayam ras tercatat sekitar Rp25.000 per kilogram.

Menurut Puji, perbedaan harga antarwilayah ini menjadi pengingat pengendalian inflasi pangan. "Pergerakan harga telur ayam ras perlu terus dicermati menjelang Ramadan," ucap dia.

Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri (Sekjen Kemendagri), Tomsi Tohir, mengingatkan inflasi selalu naik menjelang Lebaran. Namun, kenaikan berlebihan dinilai tidak wajar dan harus dicegah.

"Kita sudah mengalami tahun ke tahun setiap mau Lebaran harga-harga pasti naik," kata dia. "Kalau kenaikannya wajar saja tentu tidak masalah, tetapi seringkali naik tinggi."

Tomsi mengatakan inflasi bulanan normal berada di kisaran 0,3 persen. Namun, saat Lebaran tahun lalu 2025, inflasi melonjak hingga 1,6 persen.

Ini berarti kenaikan inflasi mencapai lebih dari lima kali lipat dan terjadi hampir pada seluruh komoditas. Menurut Tomsi, hal ini dinilai keterlaluan karena beberapa harga komoditas melonjak hingga tiga sampai empat kali lipat.

Karena itu, Tomsi menegaskan pemerintah akan berupaya mencegah kenaikan harga tak wajar. "Pengendalian alam dilakukan menjelang dan selama periode Lebaran," pungkas dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Rupiah Tembus Rp18.000 per ...
Megapolitan
PIN SPMB Belum Masuk? Ini P...
Nasional
SBY: Kepercayaan Publik Jad...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.