BPBD: Banjir dan Longsor di Pasaman Barat Meluas
📅 Kamis, 27 Nov 2025, 00:10 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: SAR Pasaman
JAKARTA - BPBD Pasaman Barat mencatat banjir dan longsor meluas dari tujuh menjadi 10 kecamatan. “Bencana terjadi sejak Senin dan masih berlangsung,” kata Kepala BPBD Pasaman Barat, Jhon Edwar.
Pemkab terus menyalurkan bantuan kepada warga terdampak di seluruh wilayah bencana. “Evakuasi warga dan distribusi logistik sudah dilakukan,” ujar Jhon Edwar.
Di Kecamatan Talamau terjadi longsor di Kelok Kaco yang kini sudah bisa dilalui kendaraan. Banjir melanda Jorong Benteng dan Sinuruik dengan total 32 rumah terdampak.
Longsor juga terjadi di perbatasan Paraman dan Benteng yang telah dapat diatasi. Banjir merusak 30 hektare lahan pertanian dengan kerugian sekitar Rp90 juta.
Di Kecamatan Pasaman pohon tumbang menutup akses di Padang Tujuh namun sudah ditangani petugas. Banjir di Aia Gadang Barat merendam 79 rumah dan memengaruhi 346 jiwa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kondisi jalan di wilayah itu berangsur membaik karena air mulai menyusut. Warga kini masih memulihkan rumah yang terendam banjir.
Di Sungai Aur banjir menggenangi jalur lintas Ujung Gading Ai Haji dan lahan setengah hektare. Arus air meningkat akibat hujan deras sejak awal pekan.
Kecamatan Sungai Beremas terdampak banjir di sekitar Jembatan Besi Silawai Timur. Air sungai meluap hingga menutup sebagian badan jalan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kecamatan Ranah Batahan mencatat 70 rumah terendam dengan total 310 jiwa terdampak. Banjir juga merusak 45 hektare lahan pertanian senilai Rp135 juta.
Di Kecamatan Kinali banjir merendam 25 rumah dan menutup akses Mandiangin–Wonosari. Kerusakan lahan pertanian mencapai 30 hektare dengan nilai sekitar Rp90 juta.
Kecamatan Sasak Ranah Pasisia mencatat 120 rumah terendam dan 250 keluarga terdampak. Banjir juga merendam 43 rumah di Pondok Karambia.
Kecamatan Koto Balingka terkena banjir di Aek Nabirong hingga menyebabkan jalan terban. Arus tinggi juga menimbulkan kerusakan di Jorong Sikabau.
Kecamatan Lembah Melintang mengalami banjir yang merusak 16 hektare lahan pertanian. Nilai kerugian sektor itu mencapai Rp48 juta.
Kecamatan Gunung Tuleh terdampak longsor di Muaro Sitabu yang menimbun beberapa rumah. “Material longsor masih dibersihkan petugas,” kata Jhon Edwar. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!