Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BPBD Aceh Barat Kerahkan Angggota Tim Gugus Penyelamatan Satwa Liar untuk Cegah Gangguan Gajah

📅 Sabtu, 21 Sep 2024, 00:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPBD Aceh Barat Kerahkan Angggota Tim Gugus Penyelamatan Satwa Liar untuk Cegah Gangguan Gajah Doc: ANTARA/HO-Dok Pemkab Aceh Barat
Ket. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat mengerahkan tim gugus penyelamatan satwa liar (Wildlife Response Unit/WRU) sebagai upaya mengatasi gangguan gajah di Desa Pulo Teungoh, Kecamatan Pante Ceureumen, kabupaten setempat, Jumat (20/9/2024).

Meulaboh - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh mengerahkan tim gugus penyelamatan satwa liar (Wildlife Response Unit atau WRU) sebagai upaya mengatasi gangguan gajah di Desa Pulo Teungoh, Kecamatan Pante Ceureumen.

"Tim WRU yang kita kerahkan ini untuk meningkatkan pemantauan di daerah rawan konflik satwa liar," kata Kepala Pelaksana BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyahdi Aceh Barat, Jumat.

Dia menjelaskan berdasarkan hasil observasi, sekitar 300 batang tanaman sawit milik warga mengalami kerusakan akibat aktivitas kawanan gajah.

Dengan adanya temuan tersebut, kata dia, tim di lapangan akan berusaha menghalau gajah yang berpotensi mengganggu pemukiman dan perkebunan warga.

Saat ini, Tim WRU BPBD Aceh Barat bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh terus melakukan penanganan darurat untuk menghalau gajah liar di Gampong Pulo Teungoh, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat.

Dia menyebutkan koordinasi dengan BKSDA Aceh dan pihak swasta terus dilakukan untuk memastikan langkah jangka panjang dalam penanganan gajah di Aceh Barat.

"Penanganan darurat tidak selalu efektif, terutama di wilayah Pante Ceureumen. Kami mempertimbangkan metode penanganan yang lebih permanen, seperti pemasangan kawat kejut khusus satwa dan penggunaan GPS untuk memantau pergerakan gajah," katanya.

Penjabat Bupati Aceh BaratMahdi Efendimengimbau masyarakat selalu waspada terhadap potensi konflik dengan satwa liar, terutama gajah.

"Masyarakat diharapkan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama di malam hari, mengingat aktivitas kawanan gajah cenderung meningkat. Terutama di area perkebunan yang baru ditanami sawit, yang menjadi makanan favorit gajah liar," katanya.

Ia juga menginstruksikan BPBD Aceh Barat dan instansi terkait lainnya untuk terus memantau kondisi di wilayah-wilayah rawan konflik gajah sebagai langkah antisipatif.

"Tim WRU BPBD dan instansi terkait harus siaga penuh, terutama di kawasan Kecamatan Pante Ceureumen," katanya.

Pemerintah daerah mengharapkan, petugas melakukan pemantauan intensif dan mengambil langkah-langkah mitigasi dini untuk mengurangi risiko yang dapat membahayakan masyarakat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

Menkeu Sebut Rupiah Rp18.000 Masih dalam Perhitungan Pemerintah

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.