Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca di Jawa Timur dan Jawa Barat untuk Antisipasi Hujan Ekstrem yang Berisiko Banjir

📅 Senin, 15 Sep 2025, 13:40 WIB | Oleh:
BNPB Lakukan Modifikasi Cuaca di Jawa Timur dan Jawa Barat untuk Antisipasi Hujan Ekstrem yang Berisiko Banjir Doc: antara foto
Ket. Modifikasi cuaca oleh BNPB untuk cegah hujan ekstrem.

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jawa Timur (Jatim) dan Jawa Barat (Jabar) sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem yang berisiko menimbulkan banjir.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Senin (15/9), mengatakan bahwa pelaksanaan OMC dilakukan setelah fenomena atmosfer yang sebelumnya memicu banjir besar di Bali dan Nusa Tenggara Timur (NTT) bergeser ke arah barat Indonesia.

“BNPB bersama BMKG terus memantau pergerakan gelombang atmosfer Rossby, Kelvin, dan Madden Julian Oscillation (MJO). Saat ini potensi hujan lebat lebih terkonsentrasi di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat,” kata dia.

OMC di Jawa Timur dilakukan sejak Sabtu (13/9) menggunakan pesawat Cessna Caravan PK-DPI yang beroperasi dari Pangkalan Udara TNI Angkatan Laut Juanda.

Area penyemaian mencakup Kabupaten Lamongan, Bojonegoro, Tuban, hingga perairan Banyuwangi dengan 800 kilogram NaCl dan 1.600 kilogram CaO.

Di Jawa Barat, OMC dipusatkan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, dengan pesawat Cessna Caravan PK-YNA. Pada Minggu (14/9), dua sorti penerbangan menyemai 800 kilogram NaCl dan 800 kilogram CaO di atas langit Pandeglang, Banten, serta Bogor.

Berdasarkan pantauan radar BMKG, OMC di Jawa Barat terindikasi mengurangi curah hujan di wilayah Jabodetabek hingga 31 persen.

Abdul menjelaskan operasi ini bertujuan meredistribusi curah hujan agar tidak terkonsentrasi di wilayah padat penduduk. Di sisi lain, BNPB juga mengimbau pemerintah daerah memperkuat kesiapsiagaan dengan pembersihan drainase, normalisasi sungai, serta edukasi masyarakat menghadapi potensi banjir.

“Harapannya banjir besar seperti di Bali dan NTT tidak terulang di Jawa,” katanya.

BNPB juga mengingatkan pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi banjir dan cuaca ekstrem seiring dengan sebagian besar wilayah Indonesia memasuki peralihan dari musim kemarau ke musim hujan.

Abdul Muhari mengatakan curah hujan tinggi dalam periode peralihan ini dapat menimbulkan bencana hidrometeorologi. “Sejak akhir Agustus hingga September, sebagian besar wilayah sudah memasuki peralihan musim. Fenomena ini ditandai dengan hujan lebat, petir, hingga angin kencang,” katanya.

Berdasarkan prakiraan BMKG, musim hujan 2025/2026 secara umum bersifat normal, tetapi beberapa wilayah berpotensi mengalami hujan di atas normal, di antaranya Jawa Barat, sebagian Jawa Tengah, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

BMKG memprakirakan hujan lebat pada 12–14 September 2025 berpotensi terjadi di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta, sedangkan pada 15–18 September 2025 berpotensi melanda Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Ia menekankan pentingnya upaya mitigasi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir, termasuk pembersihan drainase primer dan sekunder serta normalisasi sungai dangkal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Rona
Penyanyi Legendaris Peabo B...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.