BMKG: Warga Sumut Harus Siap Hadapi Hujan Deras dan Risiko Hidrometeorologi
📅 Jumat, 07 Nov 2025, 16:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara Foto
Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) mengingatkan masyarakat agar mewaspadai potensi terjadinya hujan dengan durasi lama di sejumlah wilayah di Sumatera Utara yang dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi berupa banjir dan longsor pada Sabtu (8/11).
Prakirawan BBMKG Wilayah I Medan Nensi Tambunan di Medan, Jumat, mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang dapat berlangsung dalam durasi lama di sejumlah daerah di Sumatera Utara.
Kondisi tersebut dapat terjadi di wilayah lereng timur, pantai timur, pegunungan, dan pantai barat Sumatera Utara yang dapat disertai petir dan angin kencang.
"Kondisi itu harus diwaspadai karena dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor," katanya.
Secara umum cuaca di Sumatera Utara pada Sabtu (8/11) pagi rata-rata berawan, sementara pada siang hingga sore hari berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang di wilayah Langkat dan sekitarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk malam hari, hujan ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di wilayah Deli Serdang, Binjai, Medan, Langkat, dan sekitarnya.
"Sedangkan pada dini hari, umumnya berawan dengan potensi hujan ringan di Kepulauan Nias dan sekitarnya," katanya.
BBMKG juga melaporkan suhu udara di wilayah Sumatera Utara berkisar antara 15–36 derajat Celcius, dengan kelembapan udara antara 68–100 persen dan angin bergerak dari arah Selatan hingga Barat Daya dengan kecepatan 5–14 kilometer per jam.
Sebaiknya Anda baca juga:
Gelombang tinggi masih berpotensi terjadi di perairan Sumatera Utara
Gelombang laut yang dapat mencapai ketinggian empat meter masih berpotensi terjadi di sejumlah perairan Sumatera Utara dan untuk itu nelayan serta pemangku kepentingan lainnya diingatkan agar waspada karena kondisi tersebut itu dapat mengganggu pelayaran.
"Kondisi gelombang tinggi tersebut dapat terjadi mulai 8 hingga 10 November 2025," kata Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan, Rizki Fadhillah Pratama Putra di Medan, Jumat.
Gelombang tinggi yang dapat mencapai empat meter tersebut dapat terjadi di perairan barat Kepulauan Nias, Samudera Hindia barat Kepulauan Nias, dan perairan barat Kepulauan Batu.
Sementara di perairan timur Kepulauan Nias, perairan barat Sumatera Utara dan perairan Kepulauan Batu berpotensi dilanda gelombang setinggi 2,5 meter.
Ia mengatakan Siklon Tropis Kalmaegi di Laut Cina Selatan sebelah utara Kalimantan memicu peningkatan kecepatan angin dan tinggi gelombang.
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan angin berkisar 4 - 30 knot.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!