Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BMKG: Warga Diminta Waspada Puncak Musim Hujan di Kalbar Pada Oktober

📅 Rabu, 02 Okt 2024, 17:30 WIB | Oleh:
BMKG: Warga Diminta Waspada Puncak Musim Hujan di Kalbar Pada Oktober Doc: ANTARA/Rendra Oxtora
Ket. Kepala Stasiun Klimatologi Kalimantan Barat Luhur Tri Uji Prayitno memberi keterangan pers terkait prediksi puncak musim hujan di Kalbar pada bulan Oktober ini

PONTIANAK - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meminta masyarakat dan pemerintah daerah mewaspadai puncak musim hujan di Kalimantan Barat (Kalbar) pada bulan Oktober 2024.

"Masyarakat serta pemerintah daerah agar lebih waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor, terutama pada puncak musim hujan dengan melakukan persiapan mitigasi sehingga dapat mengurangi dampak kerugian yang mungkin terjadi," kata Kepala Stasiun Klimatologi Kalimantan Barat Luhur Tri Uji Prayitnodi Pontianak, Rabu.

Menurut dia, langkah-langkah antisipasi yang tepat dari pihak berwenang dan masyarakat sangat penting untuk menghadapi musim hujan tahun ini, terutama dalam menghadapi kemungkinan bencana terkait curah hujan yang tinggi.

Dia menjelaskan, musim hujan 2024/2025 di Kalimantan Barat diperkirakan lebih kering dibandingkan periodetriple dipLa Nina pada tahun 2020 hingga 2022, namun tetap lebih basah dibanding tahun 2023.

BMKG memperkirakan musim hujan di wilayah Kalbar, khususnya di zona-zona musim (ZOM) 351 dan ZOM 353, yang meliputi Kayong Utara bagian barat, Ketapang bagian tengah, Kubu Raya bagian selatan, serta beberapa bagian Melawi. Musim hujan juga diperkirakan terjadi sepanjang tahun di ZOM 352 yang meliputi wilayah Ketapang utara, Melawi selatan, dan Kayong Utara bagian timur.

"Masyarakat diminta waspada terhadap puncak musim hujan yang diprediksi terjadi pada Oktober 2024 di beberapa bagian wilayah Kalimantan Barat, termasuk Kapuas Hulu, Melawi, dan Sintang," ujarnya.

Sementara pada November 2024, puncak hujan meluas ke berbagai wilayah seperti Ketapang, Kubu Raya, Sekadau, Mempawah, serta Kota Pontianak dan Singkawang. Desember 2024 juga menjadi periode puncak untuk wilayah Sanggau dan Sintang, dengan puncak terakhir pada Januari 2025 di wilayah Sambas.

Kondisi atmosfer Kalimantan Barat pada paruh kedua 2024 berada dalam status netral, namun diperkirakan akan menuju fenomena La Nina mulai Oktober 2024.

"Hal ini memicu potensi peningkatan curah hujan, terutama pada bulan Oktober dan Desember 2024. Suhu permukaan laut yang hangat mendukung terbentuknya awan hujan, yang semakin memperbesar potensi curah hujan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

12 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...
Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...
Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.