Berkat Benih Padi Inpari 32, Lebak Targetkan Swasembada Pangan
📅 Senin, 22 Sep 2025, 16:30 WIB | Oleh: Sujar
Doc: ANTARA/Mansyur
Lebak -- Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten, optimistis benih varietas Inpari 32 dapat merealisasikan program swasembada pangan mengingat tingkat produktivitas cukup tinggi hingga mencapai 6,5 ton gabah kering pungut (GKP) per hektare.
"Kita mengapresiasi kelompok petani di daerah itu, sebagian besar tanam benih varietas Inpari 32," kata Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Produksi Benih Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Ade Fathony di Lebak, Senin.
Persediaan benih varietas Inpari 32 melimpah, sehingga tidak terjadi kelangkaan di pasaran untuk melaksanakan percepatan tanam bulan September hingga Desember 2025.
Bahkan, menurut dia, saat ini pemerintah pusat dan provinsi juga sedang giat menyalurkan bantuan benih varietas Inpari 32 kepada kelompok-kelompok tani di Kabupaten Lebak.
Produktivitas Inpari 32 cukup tinggi hingga rata-rata 6,5 ton GKP per hektare, sehingga sangat merealisasikan untuk mewujudkan program swasembada pangan nasional.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain itu juga benih varietas Inpari 32 lebih pendek dengan masa tanam 110 bisa dipanen juga memiliki keunggulan dengan tahan terhadap serangan hama maupun organisme penyakit tanaman (OPT).
Begitu pula kualitas beras Inpari 32 lebih unggul, karena rasanya pulen, beraroma dan memiliki kandungan gizi cukup besar.
Benih varietas Inpari 32 secara ekonomi cukup menguntungkan dengan harga GKP menembus Rp7.000 per kilogram atau di bawah harga pembelian pemerintah (HPP) Rp6.500 per kg.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Dengan harga GKP sebesar Rp7.000 per kg, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga petani," katanya menjelaskan.
Ia mengatakan dalam beberapa tahun terakhir ini, mereka para kelompok tani di Kabupaten Lebak melakukan percepatan tanam menggunakan benih varietas Inpari 32.
Selain itu juga kelompok tani yang mengembangkan pertanian gogo atau huma menggunakan benih varietas Situbagendit, karena produktivitasnya bisa mencapai 5 ton GKP per hektare.
Pemerintah Kabupaten Lebak, kata Ade, berkomitmen untuk mendukung program swasembada pangan menggunakan benih Inpari 32 dan Situbagendit.
Pemkab juga memproduksi penangkaran benih Inpari 32 di lahan lima hektare dan bisa menghasilkan 13-14 ton, ujar dia.
Produksi benih varietas Inpari 32 itu, kata dia, dijual pada kelompok tani maupun petani mandiri guna menggenjot produksi dan peningkatan ekonomi petani.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!