Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Banyak Negara Dukung Usulan RI agar 'Critical Minerals' Dibahas di IPEF

📅 Senin, 29 Mei 2023, 00:00 WIB | Oleh:
Banyak Negara Dukung Usulan RI agar 'Critical Minerals' Dibahas di IPEF Doc: ISTIMEWA
Ket. Indo-Pacific Economic Framework (IPEF)

JAKARTA - Negara-negara mitra Indo-Pacific Economic Framework (IPEF) mendukung upaya Indonesia yang mengusulkan agar masalah bahan-bahan mineral kritis (critical minerals) menjadi pembahasan pilar I dalam pertemuan IPEF.

"Negara-negara mitra IPEF mendukung upaya Indonesia agar critical minerals menjadi topik pembahasan pilar I dalam pertemuan IPEF," kata Duta Besar Republik Indonesia untuk Amerika Serikat (AS), Rosan Perkasa Roeslani, melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (28/5).

Seperti dikutip dari Antara, Dubes Rosan mendampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menghadiri pertemuan IPEF di Detroit, Amerika Serikat, pada 26-27 Mei 2023 waktu setempat.

Pertemuan IPEF tahun ini merupakan kali kedua setelah pertemuan tingkat menteri pertama yang berlangsung di Los Angeles pada 8-9 September 2022.

Lebih jauh, Dubes Rosan mengatakan empat pilar yang menjadi fokus pembahasan pertemuan IPEF adalah Pilar I, yakni perdagangan (trade), Pilar II adalah rantai pasok (supply chain), Pilar III yaitu ekonomi bersih (clean economy), dan Pilar IV adalah ekonomi adil (fair economy).

IPEF, yang diluncurkan Presiden AS Joe Biden di Tokyo, Jepang, pada Mei 2022 adalah pertemuan 14 negara mitra, yang mewakili lebih dari 40 persen ekonomi dunia dan 28 persen perdagangan barang dan jasa secara global.

Adapun negara-negara mitra IPEF terdiri atas AS, Australia, Fiji, India, Jepang, Korea Selatan, Selandia Baru, Indonesia, Brunei Darussalam, Filipina, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Industri Semikonduktor

Dubes Rosan mengungkapkan Menko Airlangga menyampaikan pentingnya critical minerals untuk industri semikonduktor dan teknologi tinggi pada setiap pertemuan dengan perwakilan pemerintah dari 14 negara mitra.

"Sebagai perwakilan RI di Amerika Serikat, saya mendampingi Pak Airlangga dan Menteri Perindustrian dalam setiap pertemuan. Dan, critical minerals konsisten diusung Indonesia agar dibahas secara indepth, pada pertemuan Pilar I atau bidang perdagangan, baik saat ini maupun yang akan datang," kata Dubes Rosan.

Menurut Rosan, critical minerals menjadi topik penting bagi Indonesia karena menyangkut sumber daya mineral berupa logam dan nonlogam yang bernilai ekonomi tinggi, namun berisiko mengalami gangguan pasokan akibat kelangkaan geologis, gangguan geopolitik, dan ketidakstabilan lainnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Menkeu Sebut Rupiah Rp18.00...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.