Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Bantul Tekankan Pentingnya Budaya Memilah Sampah

📅 Selasa, 24 Okt 2023, 16:48 WIB | Oleh:
Bantul Tekankan Pentingnya Budaya Memilah Sampah Doc: ANTARA/Hery Sidik
Ket. Bupati Bantul Abdul Halim Muslih naik kendaraan angkutan sampah yang secara simbolis bantuan itu diserahkan kepada relawan lingkungan untuk mengatasi persoalan sampah disela kegiatan Bersih Kali di Sungai Belik, Wonokromo, Bantul, DIY, Selasa (24/10).

BANTUL - Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, selalu menekankan pentingnya budaya memilah sampah sejak dari sumbernya atau yang memproduksi itu sendiri agar persoalan sampah tersebut dapat terselesaikan di lingkup masyarakat setempat.

"Yang paling penting ini perubahan budaya, budaya untuk memilah sampah itu sejak dari sumbernya, walaupun ini berat tetapi harus kita coba," kata Bupati Bantul Abdul Halim Muslih usai kegiatan Penanaman Pohon dan Bersih Kali di Sungai Belik, Wonokromo, Bantul, Selasa.

Menurut dia, kalau budaya memilah dan mengolah sampah sejak dari sumbernya itu gagal, maka setidaknya bisa ditangani pada level rumah tangga (RT), kalau di tingkat RT juga gagal, paling tidak dan maksimal selesai di tingkat pedukuhan.

"Karena pada tahun ini pemerintah kabupaten sudah memberikan anggaran sebesar Rp50 juta per pedukuhan untuk pengelolaan sampah, disamping untuk pemberdayaan posyandu dan PAUD (pendidikan anak usia dini)," katanya.

Menurut dia, anggaran sebesar Rp50 juta per pedukuhan sebagian atau dimaksimalkan untuk penuntasan masalah sampah di level pedukuhan dengan membuat pengolahan sampah terpadu, apalagi Bantul mempunyai program Bantul Bersih Sampah Tahun 2025.

"Kalau sebanyak 933 pedukuhan se-Bantul kompak memanfaatkan anggaran Rp50 juta dengan tepat, saya yakin tahun 2025 persoalan sampah selesai, tinggal DLH (Dinas Lingkungan Hidup) sekarang ini membuat instalasi pemusnahan sampah sampah residual," katanya.

Bupati mengatakan, untuk sampah sisa makanan tersebut nanti oleh rumah tangga atau pedukuhan bisa dimasukkan ke dalam jugangan atau lubang di tanah untuk mengubur sampah, kemudian sampah organik sisa daun dimasukkan dalam komposter untuk jadi pupuk.

"Kemudian sampah yang non organik dipilah itu sudah adaoff taker, jadi sekarang yang tersisa tinggal sampah residu dan yang bisa kita lakukan pemusnahan, maka jika sistem semacam ini berjalan, mudah mudahan di akhir 2024, persoalan sampah di Bantul selesai," katanya.

Dengan demikian, kata dia, tidak ada lagi aktivitas pembuangan sampah atau penumpukan sampah di tempat penampungan yang berpotensi menjadi persoalan di kemudian hari. Namun, untuk mewujudkan itu, harus dibutuhkan komitmen dan budaya bersama.

"Makanya paling mahal adalah pembudayaan, apa artinya fasilitas kita sediakan, anggaran kita gelontorkan, akan tetapi budaya buang sampah sembarangan masih ada, ini percuma, jadi yang penting buat budaya baru, penyadaran baru bahwa kebersihan ini milik kita bersama," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

36 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.