Bandung Chaos! Kronologi Unisba dan Unpas Diserang Gas Air Mata, Mahasiswa dan Posko Medis Jadi Korban, Jeritan Tolong Menggema
📅 Selasa, 02 Sep 2025, 06:45 WIB | Oleh: Alfina Febriyana
Doc: Tangkapan layar X
JAKARTA - Bandung benar-benar bergolak! Pada Senin malam (1/9/2025), hingga Selasa dini hari (2/9/2025), kawasan Universitas Islam Bandung (Unisba) dan Universitas Pasundan (Unpas) berubah menjadi lautan kepanikan.
Bukan hanya mahasiswa, bahkan relawan medis hingga satpam kampus pun ikut menjadi korban setelah aparat diduga melepaskan tembakan gas air mata tanpa ampun hingga menembus ke dalam area perguruan tinggi.
Semua bermula dari aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Gedung DPRD Jawa Barat yang berakhir ricuh.
Puluhan mahasiswa tumbang, sebagian harus dievakuasi ke Kampus Unisba untuk mendapatkan perawatan darurat di posko medis yang digagas mahasiswa dan relawan.
Situasi sudah genting, tapi justru makin tak terkendali ketika aparat diduga merangsek ke dalam area kampus dengan menembakkan gas air mata.
Sebaiknya Anda baca juga:
Lewat unggahan akun Instagram @info.mahasiswaunisba, publik dibuat gempar.
Salah satu postingan berbunyi, “Breaking News: Aparat menembakkan gas air mata ke area kampus utama Unisba. Tiga satpam jadi korban, belum termasuk mahasiswa lain yang masih terhitung.”
Unggahan lain yang muncul sekitar pukul 23.30 WIB menggambarkan suasana penuh teror, “Situasi di Jl. Tamansari No.1, kampus utama Unisba, diserang gas air mata. Hati-hati, tetap waspada!”
Sebaiknya Anda baca juga:
Video dan foto yang beredar memperlihatkan kepanikan luar biasa.
Mahasiswa berlarian, relawan medis terhuyung, bahkan posko medis yang seharusnya jadi zona aman ikut dihantam.
“Pada pukul 23.37 terlihat aparat masuk ke area kampus dan menyerang mahasiswa serta relawan medis,” tulis seorang netizen yang menyaksikan langsung.
Jeritan bantuan pun membanjiri media sosial.
“Tolong repost! Malam ini Unisba dan Unpas Bandung ditembaki aparat! Chaos parah! Posko medis pun ikut diserang! Stay safe semua!”
Tagar solidaritas pun bergema di jagat maya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!