Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Swiatek dan Gauff Puji Mentalitas Alysa Liu Usai Comeback Sensasional

28 Kamis, 05 Mar 2026, 09:15 WIB | Oleh:
Swiatek dan Gauff Puji Mentalitas Alysa Liu Usai Comeback Sensasional Swiatek dan Gauff Puji Mentalitas Alysa Liu Usai Comeback Sensasional Doc: AFP
Ket. Iga Swiatek.

INDIAN WELLS, CALIFORNIA – Dua bintang tenis dunia, Iga Swiatek dan Coco Gauff, mengaku terinspirasi oleh perjalanan luar biasa atlet seluncur indah Amerika Serikat, Alysa Liu. Dari pensiun dini akibat burnout (kelelahan mental) hingga kembali merebut emas Olimpiade, kisah Liu dinilai sebagai bukti kekuatan mental seorang atlet elite.

Liu sempat mengejutkan dunia ketika memutuskan pensiun pada usia 16 tahun setelah tampil di Olimpiade Beijing 2022. Ia secara terbuka mengaku mengalami kelelahan mental. Namun, dunia kembali dibuat takjub ketika Liu bangkit dan tampil gemilang di Olimpiade Milano-Cortina bulan lalu, sekaligus mengakhiri puasa 20 tahun medali emas Amerika Serikat di nomor tunggal putri.

“Saya rasa apa yang terjadi di dunia figure skating sangat menarik, terutama dari sudut pandang psikologis,” ujar Swiatek, petenis nomor dua dunia, kepada wartawan jelang turnamen Indian Wells Open, Rabu (4/3) waktu setempat.

Swiatek menilai perubahan pendekatan Liu menjadi kunci kebangkitannya. Setelah kembali ke arena pada tahun 2024, Liu mengambil kendali kreatif atas pilihan musik, program, dan kostumnya. Ia tampil lebih bebas dan autentik, bahkan sukses merebut gelar juara dunia di Boston tahun lalu.

“Saya melihat Liu menang setelah sebelumnya mengalami burnout dan harus berhenti. Sekarang dia tampak melakukan semuanya untuk bersenang-senang dan menunjukkan kemampuan luar biasanya dengan cara yang membuatnya bahagia,” kata Swiatek. “Saya belum pernah berbicara dengannya, tetapi kisah itu sangat menginspirasi. Akan saya ingat lama.”

Gauff, yang kini menghuni peringkat empat dunia, juga merasakan kedekatan emosional dengan perjalanan Liu. Ia mengingat bagaimana dirinya melesat ke panggung utama saat masih berusia 15 tahun sebagai kualifikasi di Wimbledon Championships 2019.

“Saya rasa keseluruhan ceritanya sangat menginspirasi dan saya bisa sangat memahami situasinya sebagai seseorang yang masuk ke olahraga ini di usia sangat muda,” ujar Gauff.

Meski mengaku belum pernah mengalami burnout, Gauff memahami tekanan mental yang bisa datang sewaktu-waktu. “Ada kalanya Anda lelah secara mental dan merasa melakukan sesuatu tanpa benar-benar tahu alasannya,” tuturnya.

Menurut Gauff, keberanian Liu untuk menyuarakan apa yang kerap dipendam atlet lain menjadi poin penting. “Saya senang melihatnya menjadi suara bagi hal-hal yang sering dipikirkan atlet tetapi mungkin takut untuk diungkapkan.”

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
  • Polisi Jambi Tangkap Tiga Pelaku Pembobol Pipa Pertamina
    percayalah pencurian tidak akan terjadi kalau biaya hidup ...
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
Megapolitan
Pemprov Antisipasi Kegagala...

Jaminan Kesehatan, Pengelolaan Peserta JKN Terus Diperkuat

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Jaminan Kesehatan, Pengelol...
Luar Negeri
AS Pertimbangkan Pangkas Ta...
Megapolitan
Mitigasi Bencana, BPBD Tang...
Luar Negeri
Mojtaba Khamenei Masih Mena...

Janice Melaju di Sektor Ganda dan Tunggal

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Janice Melaju di Sektor Gan...
Advertisement
Ubah Sampah Jadi Berkah, Mahasiswa UNEJ Raih Penghargaan Nasional Berkat Inovasi Desa Nol Sampah

Ubah Sampah Jadi Berkah, Mahasiswa UNEJ Raih Penghargaan Nasional Berkat Inovasi Desa Nol Sampah

27 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.