Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Balita Meninggal dengan Kondisi Mengenaskan di Sukabumi, Mendes: Kades Harus Benar-benar Perhatikan Kondisi Terkini Warganya

📅 Senin, 25 Agu 2025, 13:23 WIB | Oleh:
Balita Meninggal dengan Kondisi Mengenaskan di Sukabumi, Mendes: Kades Harus Benar-benar Perhatikan Kondisi Terkini Warganya Doc: antara foto
Ket. Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto

JAKARTA - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto meminta seluruh kepala desa (kades) agar benar-benar memperhatikan kondisi terkini masyarakat desanya, menyusul kasus kematian Raya, balita di Sukabumi, Jawa Barat (Jabar).

“Mohon para kepala desa, sebagai ujung tombak pemerintah yang paling ujung, dari Pemerintah Republik Indonesia, harus benar-benar melihat situasi kekinian," kata Mendes Yandri kepada wartawan di Jakarta, Senin (25/8).

Hal tersebut dia sampaikan menanggapi sorotan sejumlah pihak mengenai kurangnya perhatian pemerintah desa terhadap warganya, sehingga memicu kasus yang menimpa Raya, balita berusia empat tahun, di Sukabumi, Jawa Barat.

Raya meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan dengan tubuh dipenuhi cacing parasit yang menyebar ke otak.

Pihaknya telah mewadahi pemerintah desa untuk memperhatikan serta mencari jalan keluar atas segala persoalan yang ada di desa, antara lain melalui nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani oleh Kemendes PDT dengan sejumlah pihak, seperti Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Sosial (Kemensos), dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

"Kalau misalkan masalah kesehatan, tentu dengan Menteri Kesehatan. Masalah bantuan sosial bisa juga kesehatan dengan Menteri Sosial. Kalau masalah pendidikan, dengan Menteri Pendidikan, semua kami sudah MoU," ucap Mendes Yandri.

Selain itu, lanjut dia, terdapat pula Dana Desa yang bisa dimanfaatkan kepala desa untuk mencegah kasus Raya menimpa warga desa lainnya.

"Ada Dana Desa untuk stunting, ada Dana Desa untuk kemiskinan ekstrim, dan lain sebagainya. Maka para kepala desa harus betul-betul melihat warganya, apa persoalannya, apa kendalanya, kemudian cari solusinya," kata Mendes Yandri.

Sebelumnya Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin telah menegaskan penyebab kematian Raya bukan disebabkan oleh cacing gelang yang ditemukan dalam tubuhnya, melainkan akibat infeksi berat yang berujung pada sepsis.

"Raya meninggal bukan karena cacingan, tetapi karena infeksi yang menyebar ke seluruh tubuhnya," kata Menkes Budi.

Menkes menjelaskan infeksi berat yang menyebabkan sepsis pada Raya diduga dipicu oleh penyakit yang telah diderita selama berbulan-bulan, seperti batuk berdahak berkepanjangan. Ia menyebut kemungkinan diagnosis awal mengarah pada meningitis atau tuberkulosis (TBC).

"Selama tiga bulan, dia batuk berdahak tanpa henti, tubuhnya melemah, sehingga bakteri menyebar ke seluruh tubuh. Itu yang disebut sepsis," ujarnya.

Meski lebih dari satu kilogram cacing gelang ditemukan dalam tubuh korban, Menkes menegaskan kondisi tersebut bukan penyebab utama kematian, melainkan faktor pendamping yang memperparah kondisi kesehatan anak tersebut.

Atas kasus itu Menkes mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dari pemerintah, termasuk skrining penyakit menular seperti TBC dan infeksi cacing.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.