Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Badan Geologi Ingatkan Warga karena Jumlah Gempa Meningkat Signifikan di Gunung Ibu

📅 Rabu, 01 Mei 2024, 01:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Badan Geologi Ingatkan Warga karena Jumlah Gempa Meningkat Signifikan di Gunung Ibu Doc: ANTARA/HO-PVMBG
Ket. Pendar cahaya jingga muncul saat erupsi terjadi pada kawah Gunung Ibu di Pulau Halmahera, Maluku Utara, Senin (29/4/2024).

Jakarta - Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral melaporkan jumlah gempa meningkat secara signifikan dalam kurun waktu sepekan terakhir pada Gunung Ibu yang terletak di Pulau Halmahera, Maluku Utara.

"Pengamatan kegempaan Gunung Ibu menunjukkan seismisitas yang tinggi. Rekaman kegempaan didominasi oleh jenis gempa letusan, gempa hembusan, dan gempa vulkanik," kata Kepala Badan Geologi Muhammad Wafid dalam laporan yang diterima di Jakarta, Selasa.

Berdasarkan data Badan Geologi, jumlah gempa tercatat sebanyak 31 kali pada 23 April 2024, lalu meningkat signifikan menjadi 449 kali gempa pada 24 April 2024, kemudian naik menjadi 783 kali pada 26 April 2024.

Jumlah gempa sempat mengalami penurunan menjadi 486 kali gempa pada 27 April 2024, lalu kembali naik ke angka 541 kali gempa pada 28 April 2024, dan meningkat signifikan mencapai 1.215 kali gempa pada 29 April 2024.

"Dengan seringnya terjadi hujan abu di pemukiman sekitar lereng Gunung Ibu, masyarakat yang beraktivitas di luar rumah disarankan untuk menggunakan pelindung hidung, mulut (masker), dan mata (kacamata)," kata Wafid.

Gunung Ibu merupakan gunung api tipe strato dan memiliki ketinggian puncak 1.340 meter di atas permukaan laut.

Gunung Ibu diamati secara visual dan instrumental dari pos pengamatan gunung api yang berlokasi di Desa Gam Ici, Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara.

Dalam sejarah aktivitas vulkaniknya, letusan Gunung Ibu tercatat sejak 1911 dan mulai 1998 kembali mengalami letusan hingga saat ini dengan selang waktu erupsi terpendek satu tahun. Sejak 1999 hingga saat ini Gunung Ibu mengalami erupsi menerus.

Kondisi terkini Gunung Ibu adalah terbentuknya kubah lava di dalam kawahnya dengan pertumbuhan yang cukup signifikan hingga telah melampaui dinding kawah sehingga mengakibatkan terjadinya guguran lava ke arah utara dan barat laut.

"Tingkat aktivitas Gunung Ibu masih tinggi, namun demikian tidak terjadi perubahan ancaman bahaya yang signifikan sehingga tingkat aktivitas masih berada pada level II atau waspada," kata Wafid.

"Dalam tingkat aktivitas level II itu masyarakat di sekitar Gunung Ibu dan pengunjung/wisatawan agar tetap waspada dan tidak memasuki wilayah radius 3,5 kilometer dari pusat kawah aktif," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

Kesempatan Emas: UEA Buka 500 Lowongan untuk Pekerja Migran Indonesia

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.