Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads
-

Ari Kuncoro : Kembangkan Kuliah Berbasis Kolaborasi

📅 Sabtu, 07 Des 2019, 05:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ari Kuncoro : Kembangkan Kuliah Berbasis Kolaborasi Doc: ISTIMEWA

Kolaborasi penting diwujudkan karena sebagai salah satu universitas terbaik di Indonesia, UI harus bisa bersaing dengan universitas-universitas di luar negeri terutama dari segi ranking dunia. UI juga mesti mampu terlibat dalam pembangunan nasional dengan memberikan solusi atas masalah-masalah yang terjadi di Indonesia.

Untuk mengetahui program apa saja yang akan diwujudkan guna meningkatkan kualitas UI ke depan, wartawan Koran Jakarta, Muhamad Marup berkesempatan mewawancarai Rektor UI, Ari Kuncoro, di Jakarta, baru-baru ini. Berikut petikan selengkapnya.

Apa tantangan mendasar yang dihadapi UI ke depan?


Lulusan kami itu banyak yang pintar-pintar, tapi masalahnya kalau kerja tim itu agak kurang. Kerja tim itu penting untuk menguasai kemampuan seperti negosiasi, kepemimpinan, monitoring, mampu melakukan perbaikan secara fleksibel, dan segala macam.

Yang terjadi hari ini di UI sendiri justru waktu kuliah itu mahasiswa fokus mendapat nilai, tapi lupa untuk kerja tim. Kolaborasi mahasiswa harus menjadi terbuka dan sekat fakultas akan kami coba hilangkan agar mahasiswa punya interpersonal skill.

Ada peribahasa, kalau mau berburu dan mendapat hasil cepat, berburulah sendiri. Namun, kalau mau berburu hasilnya banyak maka berburulah bersama-sama. Itulah mengapa kami harus tekankan di UI itu soal kolaborasi dan sinergi. Pada dasarnya para mahasiswa akan terjun ke dunia nyata. Ijazah, IPK, dan segala macam lainnya hanya akan menjadi catatan manis dalam hidupnya, tapi kalau kerja dia akan menggunakan pengalamannya.

Masalah apa yang kemudian menuntut UI untuk menekankan kerja tim?


Banyak. Salah satunya untuk meningkatkan daya saing bangsa di dunia internasional dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang pendidikan. Kita itu kan mengalami masalah dari segi ekonomi, seperti melemahnya rupiah dan perdagangan terutama ekspor yang menurun karena kita jualannya barang mentah seperti minyak sawit.

Sementara kita kalau ingin masuk ke produk-produk dengan nilai tambah tinggi itu harus sudah berbentuk rantai pasokan internasional atau supply change. Itu merupakan jaringan. Jadi kalau masuk harus negosiasi kemudian kita bisa menunjukkan kinerja dan prestasi, jadwal pengiriman dan segala macam dengan cepat. Dengan itu semua, akhirnya bisa masuk dalam jaringan baru dan dapat kontrak. Jadi tidak gampang.

Itu terkait dengan kualitas SDM?


Masalahnya SDM kita tidak mempunyai EQ bukan IQ maka kita banyak mengandalkan broker salah satunya dari Singapura. Karena itu produk Indonesia sering dikenal produk Singapura karena kita tidak mengekspor sendiri makanya kita punya nilai tambah lebih rendah. Repotnya lagi kita juga tidak bisa masuk rantai pasokan untuk industri-industri bernilai tambah tinggi. Jadi problemnya sebenarnya masalah SDM.

Langkah-langkah apa saja untuk menanamkan kerja tim di UI?

Jadi nanti pelajaran tidak hanya mengasah otak tapi juga mengasah kemauan untuk silaturahmi atau guyub. Jadi misalnya ada paper atau makalah bersama. Kerja sama itu tidak hanya masalah pintar, tapi dia juga tahu budaya. Apalagi kalau yang diajak kerja sama itu orang luar negeri, otomatis budayanya beda. Dengan adanya kerja sama tersebut maka kemungkinan besar hasil karya kita diterima itu lebih besar karena dibuatnya antarnegara dan antaruniversitas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...

Seniman Prancis Gelar Pelatihan Teater Boneka

23 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Seniman Prancis Gelar Pelat...
Ekonomi
Populasi Kendaraan Listrik ...
Luar Negeri
Ribuan Orang Berunjuk Rasa ...
Advertisement
Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

Dikawal Ketat TNI-Polri, 3.510 Napi Risiko Tinggi Resmi Dipindahkan ke Nusakambangan

12 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.